Berita Konflik Internasional –Kejahatan Perang Israel di Tepi Barat

0
1796

Kali ini berita datang dari Tepi Barat, diberitakan pihak organisasi HAM telah menyebut bahwa militer Israel telah melangsungkan kejahatan perang pada kawasan Tepi Barat. Selama tiga tahun terakhir ini, pihak militer Israel sudah menewaskan sejumlah puluhan dari warga sipil di Palestina pada wilayah itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Amnesty pada laporan terbarunya yang diberi judul “Trigger Happy: Israel’s use of an excessive force in West Bank” seperti yang dilansir oleh News.com.au, hari Jumat (28/2/2014).

Pada laporan yang setebal 87 halaman tersebut, disebutkan pula bahwa berdasarkan dari data yang dimiliki oleh kantor PBB, dimana terhitung sejak tahun 2011 silam Israel sudah menewaskan hingga 45 warga sipil di Palestina Tepi Barat. Sejumlah 6 orang di antaranya merupakan anak-anak dari Palestina. Sedangkan sejumlah lebih dari 8.000 warga Palestina juga mengalami luka serius semenjak Januari 2011 silam. Mereka pada umumnya terluka sebab terkena tembakan dari peluru karet serta gas air mata. Pihak Amnesty merasa bahwa tidak seharusnya jumlah korban yang jatuh mencapai sebanyak ini.

Pada laporan tersebut juga disebutkan bahwa Israel sudah menggunakan kekuatannya secara berlebihan dalam upaya membisukan perbedaan pendapat serta kebebasan dalam berekspresi. Pihak Amnesty juga menuding bahwa militer Israel sudah melakukan kejahatan perang serta pelanggaran serius dari hukum internasional lain atas rakyat Palestina.

“Frekuensi serta persistensi dari kekerasan berlebihan dan tak perlu terhadap demonstran damai pada wilayah Tepi Barat oleh para tentara juga polisi Israel juga kekebalan hukum yang dimiliki oleh para pelakunya menunjukkan semua itu dilakukan sebagai perkara kebijakan,” kata Philip Luther, selaku Direktur Amnesty Internasional Timur Tengah serta Afrika Utara.

Keberadaan serta pernyataan dalam laporan tersebut kemudian dibantah oleh pihak militer Israel. Pihak yang diklaim sebagai pelaku kejahatan perang serta pelanggaran tersebut menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan yang dilakukan kepada warga Palestina tersebut hanya akan diterapkan apabila cara-cara yang lain sudah ditempuh dan aspek keselamatan dan nyawa manusia masih saja dalam ancaman yang fatal.

LEAVE A REPLY