Kabar Baru Internasional – Terkena Jaring Pukat, 900 Penyu Langka Mati

0
849

Dilaporkan bahwa sekitar 900 ekor lebih dari penyu laut didapati mati pada sepanjang kawasan pantai Selatan India. Disinyalir, penyu-penyu tersebut mati sebab aktifitas penangkapan ikan tidak sah yang terjadi di dekat lokasi penangkaran mereka. Supraja Dharini, seorang aktifis dari Tree Foundation yang adalah sebuah kelompok konservasi laut lokal menyampaikan bahwa adanya pukat ikan ilegal yang terpasang pada kawasan perairan di pantai Andhra Pradesh telah menjebak penyu-penyu yang tinggal pada tempat itu. Ada banyak sekali penyu yang kemudian tersangkut di jaring milik penangkap ikan yang telah dipasangi peledak.

Menurut keterangan dari Supraja, seperti yang dilansir oleh news.com.au, hari Jumat (28/2/2014), ada sedikitnya lebih dari 800 bangkai dari penyu berspesies Olive Ridley yang ditemukan di tepian pantai hari Sabtu (22/2) yang lalu. Dan sisanya sekitar 100 ekor bangkai lain dijumpai pada hari Minggu (23/2). “Adalah sebuah kerugian yang amat besar untuk spesies ini hanya dalam satu malam ada tiga kali lipatnya lebih banyak dari jumlah keseluruhan yang berhasil tercatat selama 6 tahun belakangan pada wilayah itu,” kata Supraja.

Kemudian lebih lanjut, Supraja juga smpat menuturkan, ada lebih 45 buah kapal pukat yang diduga melakukan aksi penangkapan ikan secara massal pada sekitar 4 km dari area garis pantai beberapa hari sebelum ratusan bangkai dari penyu tersebut diketemukan. Padahal sesuai dengan aturan berlaku, disebutkan bahwa kapal pukat hanya boleh beroperasi dalam jarak 8 km dari garis pantai.

Olive Ridley, merupakan satu dari lima spesies dari penyu laut yang tinggal di perairan India. Penyu dari jenis ini digolongkan menjadi hewan yang sangat rentan oleh pihak International Union for Conservation of Nature. Penyu dari jenis ini umumnya banyak terdapat di lautan India diantara Januari sampai dengan bulan April. Pihak World Wide Fund for Nature sendiri memperkirakan bahwa ada hanya 800 ribu ekor saja penyu jenis Olive Ridleys betina pada seluruh pelosok dunia pada saat ini. Dan berita kali ini menjadi kenyataan yang tragis untuk kekayaan fauna dunia.

LEAVE A REPLY