Kabar Kirminal Internasional – Penjara Selamanya Untuk Pembunuh Tentara Inggris

0
567

Diketahui bahwa dua orang pelaku pembunuhan terhadap tentara Inggris yaitu Lee Rigby diganjar dengan hukuman penjara seumur hidup serta penjara 45 tahun. Keduanyapun dinyatakan resmi bersalah terkait serangan serta pembunuhan secara brutal kepada Rigby yang terjadi di jalanan pada kota London. Peristiwa pembunuhan sadis tersebut bahkan sempat mengejutkan kalangan publik di Inggris. Adalah Michael Adebolajo (29) serta Michael Adebowale (22) yang memekikkan “Allahu akbar!” pada hakim ketika putusan vonis tersebut dibacakan pada pengadilan Old Bailey, di London. Demikianlah seperti yang dilansir oleh kantor berita AFP, hari Kamis (27/2/2014).

Dua orang pria yang ternyata mualaf tersebut dinyatakan bersalah dari pihak pengadilan yang mana keduanya telah sengaja menabrak Rigby menggunakan mobil lalu diikuti dengan menyerangnya menggunakan senjata pisau. Serangan tersebut terjadi saat siang hari bolong di bulan Mei 2013 silam dari kawasan Woolwich, di London. Sang hakim yaitu Nigel Sweeney memerintahkan supaya Adebolajo menghabiskan sisa dari umurnya di dalam kurungan penjara tanpa disertai adanya kemungkinan bisa bebas bersyarat. Ternyata Adebolajo ini diketahui pernah menjalankan tugas di Afghanistan.

Sedangkan untuk temannya yaitu Adebowale sedianya diputuskan untuk menjalani setidaknya masa hukuman selama 45 tahun di dalam kurungan penjara. “Ini adalah pembunuhan yang terkait dengan aksi teroris,” diterangkan oleh hakim Sweeney. Sang hakim Sweeney juga menyebut bahwa tindak pembunuhan tersebut sebagai sebuah perbuatan yang amat keji serta memalukan. Menurut kebijaksanaan sang hakim, hukuman penjara yang selama seumur hidup merupakan vonis setimpal untuk membayar perbuatan Adebolajo yang juga pernah menyatakan kekagumannya pada jaringan terorisme terkemuka, Al-Qaeda. Di sisi lain, hukuman untuk Adebowale sedianya lebih ringan sebab perannya yang lebih sedikit dibandingkan Adebolajo.

Baik itu Adebolajo dan Adebowale berkewarganegaraan Inggris tersebut dibesarkan dari keluarga Nigeria yang menganut Kristen hingga pada akhirnya mereka memutuskan menjadi seorang mualaf. Pada saat persidangan, baik keduanya mengaku bahwa serangan yang mereka lakukan itu adalah balasan untuk tewasnya muslimin oleh kekejaman tentara Inggris.

LEAVE A REPLY