Internasional – ISIS Gunakan Sandera Sebagai Perisai

0
130

Para pejuang kelompok militan ISIS telah menyandera sekitar puluhan ribu orang dan menggiring mereka menuju ke kota Mosul. PBB meyakini bahwa upaya yang dilakukan oleh ISIS ini bertujuan untuk menggunakan sandera sebagai perisa dalam pertempuran terakhir antara kbu Irak dan kelompok militan tersebut.

Kelompok militan ISIS sendiri telah menembak mati setidaknya 232 warga sipil pada hari Rabu (26/10) kemarin. PBB sendiri pada hari Jumat (28/10) telah melontarkan peringatan terbaru dari tindakan kekejaman yang dilakukan oleh militan tersebut melalui teror agar mampu menguasai seluruh wilayah. Beberapa bukti yang berhasil didapatkan ini diyakini akan memuat khalifah yang mengproklamirkan diri tersebut akan berhasil ditumpas.

Beberapa korban terbaru ini diyakini tewas ditembak karena menolak untuk mematuhi perintah untuk meninggalkan rumah mereka dan yang lainnya adalah mantan anggota pasukan keamanan Irak, di mana ISIS beranggapan bahwa mereka akan muncuk kembali untuk melawan ISIS.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers, juru bicara PBB, Ravina Shamdasani mengatakan bahwa penyanderaan itu ditujukan agar membuat bagian-bagian tertentu di kota Mosul akan kebal dari aksi militer.

“Ini adalah perilaku yang kejam, strategi pengecut ini mencoba untuk menggunakan para sandera yang akan ditempatkan di titik-titik tertentu, area tertentu, atapun pasukan militer yang bertujuan untuk kebal dari serangan militer, yang biasanya menggunakan ratusan pria, wanita, dan anak-anak sebagai perisai manusia,” kata Shamdasani.

Upaya untuk mengambil alih kekuasaan di kota tersebut terhenti pada hari Jumat (28/10) agar memungkinkan bagi pasukan Irak untuk menghadapi serangan balasan, ada keprihatinan tentang nasib dari warga sipil yang telah hidup di bawah kekuasaan ISIS. Mereka menghadapi pilihan yang sulit antara memilih mundur ke Mosul untuk menjadi perisai manusia, menunggu serangan dari pasukan Irak di dalam rumah mereka, atau melarikan diri ke daerah-daerah di mana mereka takut menjadi sasaran karena dianggap sebagai pendukung ISIS.

Pertempuran parit ini terjadi ketika sekitar 6.000 pejuang ISIS yang menggali parit di sekitaran Mosul yang melawan sekitar 30.000 pasukan koalisi yang luas termasuk Peshmerga Kurdi, dan pasukan khusus milisi Shiah yang meraliansi dengan Iran.

LEAVE A REPLY