Berita Nasional – Pilot Pesawat Kepresidenan Harus Lulus Tes Kejiwaan

0
650

Seperti yang sudah banyak diberitakan media, sat pihalk pemerintah RI memastikan agar mempunyai Pesawat Kepresidenan, pihak TNI AU pun juga segera lakukan seleksi pilot. Proses tersebut menghasilkan 4 orang penerbang yang sudah terpilih. Mereka lalu dikirim menuju pabrik Boeing yang ada di Amerika Serikat guna mempelajari BBJ2 dengan basis operasi Boeing 737-800NG tersebut. Keempat orang penerbang tersebut antara lain Mayor Noto, Letkol Penerbang Ali Gusman, Letkol Penerbang Firman Wirayuda, serta Kapten Irwanda.

Menurut keterangan dari Marsekal Pertama Hadi Tjahyanto, Kadin Penerangan TNI AU, kriteria dari pilot pesawat kepresidenan tidak sekedar berpengalaman dalam menerbangkan Boeing. Pilot dari Pesawat Kepresidenan pun dituntut sehat rohani dan jasmani, juga lulus dalam tes psikologi. “Psikologi dari penerbang pesawat kepresidenan juga harus bagus, sebab menyangkut keamanan dari orang paling penting negara,” katanya dari Jakarta, hari Jumat (11/4/2014).

Kedatangan personel TNI AU dalam Pesawat Kepresidenan RI ini tidak terbatas hanya pada pilot ataupun kopilot. Hadi menyatakan, TNI AU juga menyiapkan sedikitnya 140 personel guna menjadi awak dari Pesawat Kepresidenan RI. Mereka terdiri dari pilot, kopilot, teknisi, serta pramugara maupun pramugari. Hadi juga sempat menambahkan, semua awak dari pesawat kepresidenan merupakan anggota TNI AU, yaitu Skuadron 17 VIP dari Lanud Halim Perdanakusuma. Mereka telah melewati proses seleksi agar dapat menjadi awak dari Pesawat Kepresidenan. Sedangkan Skuadron 17 VIP sendiri adalah satuan TNI AU yang berfokus pada pengoperasian pesawat pejabat tinggi negara atau tamu negara.

“Jumlah dari personel Pesawat Kepresidenan saat beroperasi, dapat berbeda-beda, disesuaikan kebutuhan. Namun kami telah siapkan 140 personel, terdiri dari pilot, kopilot, teknisi, juga awak kabin lain,” terang Hadi. “Pilot sebagai kapten dari pesawat bertanggung jawab pada seluruh penerbangan. Sedangkan, co-pilot berwewenang dalam membantu pilot atau kapten,” ujar Hadi. “Namun, co-pilot juga berkemampuan dalam menerbangkan pesawat, termasuk saat take off serta landing-nya. Bedanya, hanyalah kapten ataupun pilot yang dapat berkeputusan terhadap penerbangan yang dilaksanakannya,” lanjutnya.

LEAVE A REPLY