Berita Internasional – Bayi Palestina Terbakar Dalam Aksi Ekstremis Yahudi

0
244

Dilaporkan bahwa seorang bayi Palestina yang masih berumur 18 bulan meninggal dalam sebuah kebakaran rumah yang ada di kawasan Tepi Barat. Kuat dugaan, insiden kebakaran tersebut sengaja dilakukan ekstremis Yahudi. Pada aksi ini, seorang bocah 4 tahun yang juga kakak lelaki bayi beserta orang tuanya diketahui mengalami luka.

Kepolisian Israel melalui juru bicaranya Luba Samri mengatakan bahwa slogan ‘Price Tag’ milik ekstremis Israel di masa lalu, terlukis pada dinding rumah korban yang ada di sebuah desa dekat kota Nablus tersebut. “tanda ini diduga adalah bukti serangan bermotif nasionalis,” kata Samri yang juga dilansir oleh Reuters pada Jumat (31/7/2015).

Sementara Menhan Israel, Moshe Yaalon mengatakan bahwa aksi pembakaran ini adalah aksi terorisme. “Kebakaran serta pembunuhan seorang bayi Palestina ini adalah aksi terorisme,” kata Yaalon pada statemen yang juga dilansir oleh kantor berita AFP pada Jumat (31/7/2015). “Kami tidak akan pernah biarkan teroris merenggut nyawa masyarakat Palestina,” sambungnya. Insiden ini menjadi serangan terparah yang dilakukan oleh ekstremis Israel, semenjak setahun silam saat pemuda Palestina dibakar sampai tewas pada aksi yang diakui sebagai bentuk balas dendam lantaran penculikan serta pembunuhan 3 pemuda Israel.

Rumah milik keluarga bayi yang terletak di Kafr Duma tersebut hancur lantaran kebakaran tersebut. Aksi pembakaran ini terjadi ketika sang bayi beserta keluarganya masih tertidur lelap dalam rumah itu. Selain rumah milik keluarga tersebut, sebuah rumah tetangga yang kebetulan terletak di sebelah rumah sang bayi juga mengalami kerusakan parah lantaran terbakar. Beruntung rumah itu dalam keadaan kosong sehingga tak ada tambahan korban dalam aksi penyerangan kali ini.

Saat ini kedua orang tua serta kakak sang bayi sudah dirawat rumah sakit milik Israel. Tak dijelaskan secara lebih lanjut terkait keadaan ketiga korban terluka itu. Berdasar catatan yang ada, kelompok ekstremis Israel dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sederet aksi pembakaran tempat ibadah masjid pada kawasan Tepi Barat selama beberapa tahun belakangan.

LEAVE A REPLY