Unik Aneh – 2017, Transplantasi Kepala Jadi Kenyataan

0
574

Jagad medis setiap harinya memang makin maju. Dahulu, hal yang dianggap mustahil dilakukan semisal melakukan transplantasi organ saat ini sudah banyak dipraktikkan di penjuru dunia. Seorang dokter asal Italia makin mendorong semakin jauh praktik itu dengan mengaku bahwa ia bisa lakukan transplantasi bagian kepala manusia secara utuh. Kritik pun mendeskripsikan bahwa adanya ide untuk transplantasi kepala tersebut hanya fantasi belaka. Akan tetapi Dr Sergio Canavero yakin bahwa tehnik yang dibutuhkan sebenarnya juga sudah ada. Juga sudah 40 tahun silam diuji coba transplantasi kepala monyet serta tikus pada wilayah Tionghoa yang dilakukan.

“Saya berpikir kita ada di titik di mana setiap aspek teknis bisa dilakukan,” kata Canavero pada New Scientist serta dikutip pada berbagai sumber di hari Sabtu (28/2/2015). Canavero sendiri sudah mencatatkan daftar panjang pasien potensial serta ia segera mengumumkan rencananya tersebut dalam konferensi American Academy of Neurological and Orthopaedic Surgeons pada bulan Juni 2015 mendatang. Ia meyakini bahwa prosedur yang dapat dilakukan yang tercepat pada 2017 itu bisa menolong sangat banyak pasien yang memiliki masalah kelumpuhan maupun kanker multiorgan.

Prosedur transplantasinya sendiri juga sempat dijelaskan Canavero dimana ia akan memakai tubuh dari seorang donor yang telah melakoni tahap mati otak. Bagian kepala sang penerima dan tubuh donor yang sudah dipisahkan menggunakan ‘pisau tajam’ pun akan ditempatkan di cairan pendingin demi mencegah kematian sel lantaran kekurangan tingkat oksigen. Kepala dari pasien segera disambungkan pada tubuh donor serta jaringan saraf tulang belakang dari mereka segera disambungkan memakai bahan kimia yang bernama polyethylene glycol.

Dan yang terakhir adalah otot-otot dan pembuluh darah segera dijahit jadi satu serta pasien akan ditempatkan pada keadaan koma dalam 4 minggu hingga sambungan kepala dengan tubuh benar-benar pulih. “Suatu hal yang dapat mengganjal proyek ini ialah etika. Apakah operasi tersebut benar-benar diperbolehkan untuk dilakukan ataukah tidak sama? Pastinya ada banyak orang yang akan menentang keras hal ini,” pungkas Canavero.

LEAVE A REPLY