Kabar Politik – Perdana Menteri Mali Mengundurkan Diri

0
21

Sebuah laporan mengejutkan bahwa Perdana Menteri Mali dan pemerintahannya telah mengundurkan diri. Dalam sebuah langkah mengejutkan beberapa bulan sebelum pemilihan presiden yang telah dijadwalkan akan digelar.

Pihak yang berwenang tidak memberitahukan perihal alasan atas keputusan yang diambil oleh Abdoulaye Idrissa Maiga untuk memilih mundur dari jabatannya selang tujuh bulan sebelum presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keïta, meminta diselenggarakannya pemilihan ulang.

Kantor presiden mengatakan Maiga, yang telah duduk di kursi jabatannya sejak bulan April silam, telah menyerahkan pernyataan pengunduran dirinya beserta pemerintahannya pada hari Jumat (29/12), hari di mana surat pengunduran diri tersebut diterima.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Maiga telah mengucapkan rasa terima kasih dirinya kepada presiden atas kesempatan untuk melayani negaranya tersebut dan bahwa perdana menteri dan pemerintah pengganti akan segera ditentukan dalam waktu dekat.

Maiga, merupakan seorang insinyur terlatih yang berasal dari kota di bagian utara Mali, Gao. Dia merupakan wakil ketua Rally yang berkuasa untuk Mali, yang didirikan Keita. Dia adalah direktur kampanye Keita selama masa jabatannya yang sukses untuk kepresidenan pada tahun 2013.

Dia mengundurkan diri ketika wilayah Mali utara masih menjadi sebuah teater akan kerusuhan yang hampir berlangsung selama enam tahun setelah operasi militer pimpinan Perancis mengejar ekstremis Islam yang terkait dengan Al-Qaida dari wilayah yang mereka kontrol pada awal tahun 2012.

Pasukan Mali, tentara Prancis dan sebuah misi PBB masih memiliki sedikit kontrol terhadap wilayah-wilayah besar di negara tersebut, yang secara reguler diserang meskipun ada kesepakatan damai yang ditandatangani dengan para pemimpin Tuareg pada bulan Mei dan Juni 2015 dengan tujuan untuk mengisolasi para pelaku jihad.

Dua tahun terakhir membuat dunia telah menyaksikan serangan jihad yang menyebar hingga ke wilayah tengah dan selatan negara tersebut, serta melewati perbatasan ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger.

Kerusuhan yang terus meningkat pada tahun ini mendorong forum regional G5, yang juga mencakup Mauritania dan Chad, untuk meningkatkan upaya perdamaian dengan dukungan Prancis. Maiga adalah perdana menteri keempat Keïta setelah Oumar Tatam Ly (September 2013-Maret 2014), Moussa Mara (April 2014-Januari 2015) dan Modibo Keïta (Januari 2015-April 2017).

LEAVE A REPLY