Kabar Nasional – Gunung Agung Terus Dimonitor Setelah Erupsi Kedua

0
18

Letusan kedua dalam waktu kurang dari seminggu gunung berapi Gunung Agung di Bali telah mengintensifkan waktu untuk ledakan yang lebih serius. Gunung berapi bergemuruh ke dalam kehidupan dengan serangkaian letusan yang sementara mengganggu beberapa penerbangan internasional ke tempat tujuan wisata populer di Indonesia.

Gunung Agung meletus pada Sabtu (25/11) malam dan tiga kali pada hari Minggu (26/11) dini hari, menyalakan kerucutnya dengan cahaya oranye dan mengirim abu 4.000 meter ke atmosfer. Awan abu telah bergerak menuju pulau tetangga Lombok, arah yang jauh dari bandara Bali, di mana hampir semua penerbangan domestik dan internasional dijadwalkan berlanjut pada hari Minggu (26/11).

Zona eksklusi yang membentang sampai 7.5km dari kawah tetap ada, setelah evakuasi lebih dari 185.000 orang setelah terjadi letusan pada bulan September, dan pihak berwenang telah memperingatkan orang yang tersisa di dalamnya untuk meninggalkan daerah tersebut. Sekitar 25.000 sampai 30.000 orang dilaporkan masih belum dapat kembali ke rumah.

Ada beberapa efek dengan penerbangan dari maskapai termasuk Virgin Australia , Qantas, KLM dan Jetstar yang terpengaruh meskipun banyak yang melanjutkan layanan mereka atau melanjutkannya setelah jeda. Wisatawan disarankan untuk memeriksa dengan operator mereka.

Gunung Agung meletus pada hari Selasa (21/11), membentuk awan abu 700 meter, yang oleh pihak berwenang dikatakan “didorong oleh uap”. Pada hari Sabtu (26/11), Badan Penanggulangan Bencana Nasional Indonesia mengatakan abu dari Gunung Agung naik 1.500 meter setelah letusan yang dimulai sekitar pukul 17.30 dan berlanjut selama beberapa jam. Desa-desa yang dekat dengan gunung berapi itu dilapisi lapisan abu tipis.

Juru bicara lembaga bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan awan abu bergerak ke barat daya, jauh dari bandara internasional, yang tetap terbuka. Status siaga gunung berapi belum meningkat dari tingkat tertinggi kedua dan pihak berwenang mengatakan pulau tersebut tetap aman.

Letusan September merupakan pertanda pertama aktivitas Gunung Agung di lebih dari 50 tahun dan memicu tingkat kewaspadaan tertinggi. Pada tahun 1963 sebuah letusan besar menewaskan sekitar 1.100 orang.

Gunung berapi adalah puncak tertinggi di Bali dan tujuan hiking yang populer bagi wisatawan, yang telah diperingatkan untuk tinggal lama. Beberapa desa yang mengandalkan perdagangan pariwisata berada di dalam zona eksklusi dan takut akan dampak ekonomi terhadap penghidupan mereka.

LEAVE A REPLY