Kabar Bencana Terkini – Warga Gunung Merapi Kembali Blokir Jalur Evakuasi

0
779

Ratusan para warga yang berasal dari lereng Gunung Merapi yang tergabung dalam Forjatam atau Forum Rembug Lintas Merapi Jaring Advokasi Merapi mengadakan aksi unjuk rasa untuk kedua kailnya pada Hari Senin 10 Maret 2014 disepanjang jalur evakuasi Gunung Merapi. Tepatnya di perempatan Sayangan, Kec. Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes ketidak puasan lantaran Pemerintah Kabupaten Magelang yang dianggap lambat untuk memberikan respon protes ataupun unjuk rasa pertama kali yang telah dilakukan para warga pada Hari Kamis, 27 Februari 2014 lalu.

Padahal, usai demi pertama kali, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah melakukan inspeksi dadakan atau sidak di jalur evakuasi yang melewati 8 desa itu.

Ketika Sidak dilakukan pada 6 Maret 2014, Ganjar Pranowo memberikan perintah kepada Bupati Magelang, Zainal Arifin SIP yang saat ini mendampingi sidak untuk segera menggelar rapat terkait dengan kondisi jalur evakuasi yang telah mulai rusak tersebut.

Saat sidak dilakukan, Ganjar telah menemukan sebuah fakta jika truk para penambang pasir yang melewati dijalur evakuasi mempunyai kapasitas 3 hingga 4 ton ternyata melewati tonase sampai 11 ton pasir yang mereka angkut.

Namun sayang, Bupati Kabupaten Magelang, Zaenal Arifin yang juga merupakan kader PDIP dinilai sangat lambat untuk memberikan respon terhadap perintah yang telah diberikan Ganjar. Tidak hanya itu, dirinya juga tidak memberikan respon terhadap aksi warganya yang sudah mereka lakukan sebanyak 2 kali.

Ratusan warga telah mulai bergerak pada pukul 13.30 WIB menuju tempak aksi. Baik dari warga sekitar ataupun beberapa ormas yang berada di sekitar lereng Gunung Merapi.

Salah satu ormas tersebut adalah Organda, Komando Muntilan, KMPJT, FOSKOM, LAPERA, dan JATTAM.

Ratusan pelajar juga terlibat dalam aksi tersebut, tepatnya beberapa tempat belajar yang dilintasi oleh jalur evakuasi seperti SMK Pangudi Luhur Muntilan, SMA Marsudini, dan SMK Sanjaya.

Selama aksi unjuk rasa ini berlangsung, aparat TNI dan Polres Magelang mengawal orasi para warga dan ormas dengan cukup ketat.

LEAVE A REPLY