Kabar Bencana Alam – Status Gunung Slamet Naik Ke Level Waspada

0
2646

Status Gunung Slamet yang terletak di perbatasan 5 kabupaten yaitu Banyumas, Pemalang, Brebes, Tegal dan Purbalingga telah resmi naik menjadi waspada ( Normal 1 ). Kenaikan status Gunung Slamet terhitung mulai dari pukul 21.00 WIB, Senin 10 Maret 2014.

Di dalam situs vsi,esdm.go.id, dikatakan dari hasil pengamatan visual yang telah dilakukan dari PGA atau Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan Pulosari Pemalang, terdeteksi terjadi sekitar 441 kali gempa dan juga 9 kali gempa vulkanik dangkal mulai dari tanggal 8 hingga 10 Maret 2014. Sehubungan dengan meningkatnya status Gunung Slamet, maka PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan melakukan pemantauan secara lebih intensif.

PVMBG ( Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ) juga memberikan rekomendasi tidak diperkenankannya adanya pendakian dan juga aktivitas lain dalam radius 5 km dari area kawah Gunung Slamet. Selain itu, para warga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya isu yang menyebutkan erupsi Gunung Slamet. Pada sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pubalingga telah telah melarang adanya pendakian ke Gunung Slamet untuk sementara.

“Atas saran dari para petugas pengamatan di Gunung Slamet, pendakian menuju kepuncak Gunung Slamet untuk sementara ini kami tutup.”ujar Kepala Bidang Pariwisata Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Prayitno, Senin 10 Maret 2014 malam WIB.

Prayitno menambah, berdasarkan data yang didapat dari pos pendakian Gunung Slamet yang terletak di Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kec. Karangreja Purbalingga, tercatat sekitar 21 orang pendaki tengah hendak melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Slamet. Mereka telah berangkat pada Hari Senin 10 Maret 2014 pagi WIB. Pendaki ini berasal dari Jakarta dan berjumlah 10 orang. 9 orang dari Jakarta Barat dan 2 orang lagi dari Tegal.

“Petugas telah mencoba untuk mengkontak mereka melalui nomor HP yang telah dicatat oleh petugas di pos sebelum mereka melakukan pendakian. Kami telah meminta kepada mereka untuk turun.”ujar Prayitno.

Selain itu, ada 9 orang pendaki yang berasal dari Pekalongan yang hendak melakukan perjalanan menuju puncak Slamet pada Hari Senin 10 Maret 2014 sore WIB. “Tetapi mereka telah kami larang dan diminta untuk menunda pendakian tersebut,”ungkapnya.

LEAVE A REPLY