Internasional – Ratusan Ribu Gay Turun Ke Jalan

0
123

Ratusan ribu orang memenuhi jalan-jalan di Taipei pda Hari Sabtu (29/10) dalam parade kaum gay terbesar di Asia. Kaum gay yang turun ke jalan ini mendesak pemerintahan baru Taiwan untuk segera melegalkan pernikahan sesama jenis di negara tersebut.

Para demonstran yang sebagian besar dilakukan oleh para pria ini melambaikan plakat-plakat yang mereka bawa dengan tulisan seperti “Berapa lama Tongzhi harus menunggu?”. Tongzhi ini mengacu pada istilah di Cina untuk seseorang yang memiliki kelainan seksual berupa gay. Para demonstran sendiri kebanyakan mengenakan busana renang, gaun pengantin dan celana dalam berjenis cawat yang biasa di pakai oleh seorang pegulat sumo Jepang.

Peserta dari kelompok minoritas ini sendiri berharap bahwa pernikahan sesama jenis akan segera menjadi kenyataan di bawah Partai Progresif Demokratik (DPP) yang saat ini berkuasa di parlemen Taiwan, yang telah mengendalikan parlemen negera tersebut untuk pertama kalinya semenjak negara tersebut resmi merdeka.

“Tekanan panggilan untuk kesetaraan gender dalam pernikahan terasa lebih kuat dari tahun lalu. Kami berharap pernikahan untuk sesama jenis dapat segera direalisasikan sesegera mungkin sehingga anak kami bisa memiliki dua ibu secara legal,” kata Corinne Chiang, seorang pekerja di bidang teknologi yang saat ini berusia 34 tahun.

Taiwan adalah salah satu masyarakat yang paling progresif di kawasan tersebut ketika melontarkan suara suara dukungan untuk kesamaan hak bagi kaum gay, namun reformasi hukum kesetaraan pernikahan ini mengalami stagnan karena resistensi dari partai Kuomintang (KMT) yang mendominasi politik selama beberapa dekade sebelum dijatuhkan oleh DPP pada bulan Mei tahun ini.

Akibatnya, usaha-usaha sebelumnya untuk meloloskan sebuah RUU pernikahan sesama jenis telah terhenti, namun parlemen baru diharapkan segera untuk membicarakan proposal yang lebih segar dalam permasalahan ini.

Presiden Tsai Ing-wen telah secara terbuka mendukung kesetaraan pernikahan beda jenis gender ini dan mengatakan bahwa diriya akan menghormati setiap keputusan yang dicapai oleh parlemen.

“Meskipun peran saya telah berubah, nila-nilai sata tetap tidak akan berubah,” tulisnya di halaman akun Facebook resmi miliknya pada hari Sabtu (29/10) kemarin.

LEAVE A REPLY