Internasional – Polisi Pakistan Cari Ibu Dan Adik Wanita Yang Dibunuh

0
202

Ibu dan saudara perempuan dari seorang wanita asal Inggris yang tewas di Pakistan setelah bercerai dan menikah lagi tanpa izin keluarganya tengah dicari polisi negara itu. Pemerintah Pakistan mengatakan bahwa wanita yang bernama Samia Shahid yang berusia 28 tahun dan berasal dari Bradford ini adalah korban dari pembunuhan dari seorang pembunuh berdarah dingin dan telah direncanakan.

Ayah dari wanita tersebut, Mohammad Shahid dan mantan suaminya, Mohammad Shakil telah ditahan karena diduga berkaitan dengan kematian wanita tersebut. Sekarang ibunya yang bernama Imtiaz Bibi dan saudara perempuan bernama Madiha Shahid telah dinyatakan melakukan pelanggaran yang dicanangkan di bawah hukum Pakistan. BBC melaporkan bahwa perintah untuk melakukan penangkapan dikeluarkan setelah mereka tidak muncul di pengadilan.

Dalam sebuah dokumen laporan yang diterbitkan pada bulan lalu, polisi mengklaim bahwa keluarga Samia ini bekerja sama dengan Shakil untuk melakukan pembunuhan, kemudian menggunkaan uang darah di dalam hukum Pakistan untuk memaafkannya, baik keduanya masih belum mendapatkan dakwaan secara resmin dan masih menyangkal atas tuduhan tersebut.

Pernyataan ibu dan saudara perempuan dari Samia sebagai pelaku ini berarti bahwa polisi meyakini  mereka juga terlibat dalam kematian Samia dan ingin melakukan interogasi terhadap mereka.

Hampir sekitar dua bulan yang lalu, polisi telah merilis sebuah laporan yang berisi 43 halaman untuk kasus tersebut dan menuduh bahwa Muhammad Shahid membantu Shakil untuk mencekik Samia hingga mati di desa leluhur keluarganya di Pandori, di wilayah negara bagian Punjab pada tanggal 20 Juli yang lalu.

Klaim permintaan sang ayah untuk melakukan otopsi dua jam setelah kematian Samia ini merupakan upaya untuk melakuakan peyelidikan yang terburu-buru, sehingga ia bisa mengajukan kasus pidana kepada Shakil, dan kemudian memaafkannya beberapa hari kemudian.

Dibawah 25 tahun hukum uang darah di Pakistan, wali korban pembunuhan bisa memaafkan pelaku pembunuhan mereka dengan memberikan imbalan berupa uang kompensasi, meskipun anggota keluarga sering melakukan persengkokolan dengan satu sama lain untuk melakukan kejahatan tersebut.

Laporan dari pihak kepolisian mengatakan bahwa para pria hampir berhasil menyembunyikan kejahatan mereka, dengan plot yang hampir sempurna kalau bukan karena kedatangan ke Pakistan dari suami kedua Samia, Mukhtar Syed Kazam yang segera mengajukan pengaduan pidana.

LEAVE A REPLY