Internasional – Kapal Perang Rusia Usir Kapal Selam Belanda

0
90

Kapal perang milik Rusia di timur Laut Mediterania berhasil mengusir kapal selam Belanda yang tengah membayangi skudron mereka. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Konashenkov mengatakan bawha dua kapal perusak angkatan laut mereka melihat kapal selam kelas Walrus pada hari Rabu (9/11) yang berada pada jarak 20 km dari kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal yang mengawal.

Konashenkov mengatakan bahwa kapal perusak telah berhasil melacak kapal selam selama lebih dari satu jam menggunkan helikopter anti kapal selam, sebelum memaksa kapal selam tersebut untuk meninggalkan daerah tersebut. Dia tidak menjelaskan bagaimana kapal tersebut meminta kapal selam untuk pergi.

Juru bicara itu menambahkan bahwa upaya dari kapal selam tersebut bermanuver mendekati kapal milik Rusia yang diyakini bisa mengakibatkan kecelakaan. Konashenkov mengatakan skuadron Rusia sebelumnya telah melihat beberapa kapal selam milik NATO, termasuk kapal selam nuklir milik Amerika Serikat Virginia-class yang tengah dalam perjalanan menuju perairan timur Mediterania.

Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa angkatan laut aliansi telah memantau armada Rusia dalam beberapa pekan terakhir dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab. Ia menolak memberikan informasi lebih lanjut bagaimana NATO melakukan pengintaian mereka.

Dalam twitter milik kementerian pertahanan Belanda mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan informasi lebih lanjut tentang misi yang dijalankan oleh kapal selam milik mereka yang bermanuver mendekati rombongan militer angkatan laut Rusia.

Admiral Kuzbetsov adalah sebuah kapal induk yang bertenaga nuklir  yang di sertai dengan Rudal penjelajah bernama Peter The Great dan beberapa kapal perusak lainnya yang ikut berlayar dalam sebuah misi ke pantai dekat Suriah. Misi militer Rusia yang menggunakan armada angkatan lautnya ini adalah misi terbesar angkatan laut Rusia sejak tahun 1991 silam sejak runtuhnya uni Soviet.

NATO telah melontarkan pernyataan keprihatinan mereka, mengatakan bahwa langkah yang diambil Rusia tersebut adalah pertanda akan meningkatnya jumlah serangan udara Rusia di negara Suriah, khususnya di sekitar kota Aleppo yang telah dikepung oleh pasukan pemerintahan yang mendapat dukungan oleh militer Rusia untuk memberantas pemberontakan.

LEAVE A REPLY