Fenomena – Hanya Hari Ini, Waktu Menjadi 24 Jam 1 Detik

0
345

Diberitakan bahwa pada penghujung tanggal 30 Juni 2015 waktu internasional, lamanya waktu ditambah 1 detik. Hal ini sempat memicu kehebohan di jagad maya. Lalu bagaimana bisa ada kesepakatan detik tambahan itu? Detik kabisat ini pertama kalinya diterapkan di tahun 1972. Semenjak saat itu juga, tercatat sudah 25 kali penambahan detik pada akhir hari tertentu. Penambahan terakhir terjadi pada tanggal 30 Juni 2012 pukul 23.59.60 Coordinated Universal Time (UTC). Kemudian detik kabisat ini terjadi kembali pada 23.59.50 UTC alias pada jam 06.59.60 WIB, hari Rabu (1/7/2015).

Tahun 1972 silam, disepakati penambahan waktu tersebut memang dibutuhkan sehingga waktu yang dipakai peradaban bisa tetap sinkron terhadap rotasi dan revolusi bumi. Perlu diketahui bahwa bumi saat berrotasi tak selalu berputar dalam kecepatan yang tetap, melainkan kian melambat. Atas fenomena detik kabisat ini pula, Kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Prof. Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa penambahan 1 detik tersebut disesuaikan supaya waktu di bumi bisa sama dengan jam atom.

Dikatakan Prof. Djamaluddin, jam atom menjadi dasar pendefinisian detik, dan sudah bukan lagi menggunakan putaran bumi. “Perbedaan antara jam matahari dengan jam atom sedikitnya dalam 40 tahun belakangan berbeda 25 detik serta sudah dilakukan penyempurnaan berkala namun tidak dalam rentang waktu sama. Penyesuaian sendiri biasanya dilakukan di 30 Juni ataupun pada 31 Desember,” kata Prof. Djamaluddin.

Dikarenakan saat ini terjadi penyimpangan selama 1 detik, maka Pusat Rujukan Sistem dan Layanan Rotasi Bumi yang ada di Paris, Prancis memutuskan untuk menyesuaikan lagi jam atom tanggal 30 Juni 2015 ini, sambung dia. Penambahan selama 1 detik terhadap satu hari khusus yaitu pada Selasa (30 /6) ini, kata dia, tak memiliki pengaruh terhadap masyarakat. Terlebih, penambahan 1 detik tersebut dia sudah diumumkan pada beberapa waktu yang lalu oleh pihak Paris.

“Hanya akan berpengaruh terhadap sistem yang sangat mengandalkan catatan waktu akurat semisal penentuan navigasi GPS. Untuk operator tak dapat melakukan penyesuaian kemungkinan adanya sejumlah sistem yang bergantung kepada waktu yangmana ketelitian terhadap detik tersebut menjadi terganggu,” paparnya.

LEAVE A REPLY