Berita Terkini Kesehatan –Modifikasi Gen Agar Pasien Kebal HIV

0
924

Berita kesehatan kali ini datang dari para ilmuwan yang berhasil menemukan cara baru guna mencegah kematian yang diakibatkan oleh AIDS (Acquired Imunno Deficiency Syndrome). Mereka melakukannya dengan cara memodifikasi gen, dengan cara tersebut mereka dapat membuat pasien kebal terhadap HIV (Human Imunodeficiency Virus), yang merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Dan cara baru ini tak hanya aman, bahkan dinilai juga sangat menjanjikan. Dengan adanya penemuan ini, diharapkan agar suatu saat nantinya, para pasien yang mengidap HIV positif tak lagi terus bergantung pada obat hingga seumur hidupnya.

Temuan tersebut diumumkan setelah sehari usai bayi kedua di dunia terlahir berstatus HIV positif, dikatakan bersih dari jangkit virus mematikan tersebut usai menjalani proses pengobatan. Meskipun belum benar-benar dipastikan, sejumlah dokter yang telah menangani bayi dari Los Angeles ini meyakini bahwa sang bayi sudah sembuh. Ide dalam melakukan upaya modifikasi gen ini muncul usai seorang pasien pengidap AIDS nampak sembuh setelah melakukan transplantasi sel di Berlin, Jerman, pada 7 tahun yang lalu. Transplantasi itu dilakukan dengan menggunakan sel dari orang yang memiliki kekebalan terhadap infeksi dari HIV secara alami.

Di seluruh penjuru dunia, diperkirakan hanya ada 1 persen orang yang memiliki 2 kopi gen dan sanggup memberikan perlindungan terhadap HIV. Maka dari itulah, para ilmuwan kemudian berinisiatif untuk menciptakan gen yang serupa dengan cara modifikasi.Dr Carl June dari University of Pennsylvania telah melakukan serangkaian uji coba kepada 12 orang pasien. Dengan dibantu sebuah perusahaan dari California yaitu Sangamo BioSciences Inc, Dr June sanggup menghilangkan komponen tertentu pada gen pasien yang umumnya menjadi target dari infeksi.

“Sedangkan tujuan akhirnya yaitu menciptakan sebuah sistem imun pada tubuh yang sudah dirubah secara genetis sehingga tak bisa lagi terinfeksi oleh HIV. Tetapi dari titik ini, kami masih cukup jauh untuk mengujinya ke sana,” terang Dr Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, sesuai yang dikutip dari Dailymail, hari Jumat (7/3/2014). Tentunya ini menjadi sebuah kabar yang menggembirakan untuk dunia kesehatan.

LEAVE A REPLY