Berita Politik – Langkah Blunder Wali Kota Risma

0
722

Seorang pengamat politik Universitas Airlangga, Hariadi memberikan penilaian terkait langkah politik yang diambil oleh Wali Kota Surabaya, yakni Tri Rismaharini merupakan sebuah blunder. Risma memang diketahui melakukan sebuah manuver politik yakni dengan menemui Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Pada beberapa minggu terakhir ini, Risma diberitakan mundur dari jabatannya disebabkan oleh adanya tekanan politik.  Risma juga sering muncul dalam sejumlah pemberitaan. Nampaknya, dia seakan sedang ‘curhat’ terkait  tekanan yang saat itu ia alami. “Sayangnya, langkah politiknya itu salah, atau blunder dalam kata lainnya,” kata Hariadi.

Hariadi pun kemudian memaparkan alasan dari penilaiannya tersebut. Ia merasa curiga atas niat dari Priyo Budi Santoso selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu saat menemui sang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pada kantor DPR pada hari Kamis, 20 Februari yang lalu. Waktu itu Risma mengeluhkan terkait pengangkatan dari Whisnu Sakti Buana menjadi Wakil Wali Kota Surabaya yang mana ia anggap kurang sesuai prosedur.”Muncullah kecurigaan bahwa Priyo ini memanfatkan momentum dari permasalahan Risma,” ujar Hariadi ketika dihubungi wartawan, hai Sabtu, 22 Februari 2014.

Hariadi juga sempat mengatakan bahwa pertemuan dari Risma dengan Priyo ini dinilai tidak etis. Sebab, Hariadi menilai bahwa permasalahan dari Risma ini adalah ranah internal kubu PDIP. Dan tidak selayaknya apabila dibincangkan bersama pihak lain. Priyo yang merupakan seorang politikus dari Golkar ini mencalonkan diri kembali pada pemilu legislatif Dapil Jatim 1, yakni Kota Surabaya serta Sidoarjo. “Sekarang nampaklah Risma ini berpolitik, tetapi sayang dia ini tidak sehati-hati Jokowi,” ujar dia.

Hariadi juga menambahkan bahwa Risma telah mengalami perubahan cukup drastis. “Risma telah berubah yang awalnya pemimpin teknokrat menjadi aktor politik,” katanya. Hariadi pun beralasan bahwa awal Risma mengabdi pada Surabaya, ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan hingga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan sampai dengan menjabat seorang Wali Kota dia selalu mementingkan pekerjaannya. Waktu itu meskipun mempunyai masalah, Risma jarang untuk mengeluh di hadapan media serta masyarakat. “Dia itu dikenal sebagai pejabat yang kerja dengan diam,” pungkas Hariadi.

LEAVE A REPLY