Berita Nasional Jakarta – Omongan Dinas Perhubungan Sangat Tidak Wajar

0
660

Pernyataan yang dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono yang mengatakan bahwa kerusakan Bus Transjakarta dan juga Bus Kota Terintegrasi Busway atau BKTB yang baru dibeli dari negri Tirai Bambu China adalah akibat dari terkena air laut patut dipertanyakan. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, pernyataan tersebut bisa dibilang sangat tidak wajar dan aneh.

“Masa didalam sebuah kapang tongkang bisa terkena air laut. Kita kan melakukan pengiriman seperti ini tidah hanya 1 atau 2 kali saja.”ungka Joko Widodo di Balai Kota Jakarta, Hari Senin 10 Februari 2014.

Joko Widodo berkata, jika memang seandainya kerusakan tersebut disebabkan oleh air laut, seharusnya dinas terkait langsung mengelap atau membersihkan dengan antikarat sewaktu bus tersebut tiba di Jakarta.

Joko Widodo mengaku hal tersebut dapat terjadi karena belum digunakannya sistem electronic catalogue dan electronic purchasing. Ke depan nanti, untuk dapat menghindari hal seperti ini terus terjadi maka sistem tersebut akan segera diterapkan.

“Makanya saat ini kita masih akan melakukan evaluasi lagi. Saya tidak bisa memberikan komentar dulu saat ini, jadi saya menunggu cek dilapangan terlebih dahulu.”ujar Joko Widodo.

Sebelumnya, ada sekitar 5 dari 90 bus baru untuk Transjakarta dan 10 dari 18 bus baru Bus Kota Terintregasi Busway atau BKTB mengalami rusak pada beberapa komponen. Misalnya, terdapat banyak komponen yang berjamur, berkarat dan beberapa instalasi tidak terbaut. Bahkan ada juga yang tidak terdapat fanbelt mesin pada bus tersebut.

Udar Pristono selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, membenarkan kabar tentang adanya kerusakan dalam beberapa komponen Bus BKTB dan bus Transjakarta yang baru saja diluncurkan dalam beberapa waktu terakhir.

Pristono mengatakan bahwa kerusakan tersebut terjadi ketika proses pengiriman dari China menuju ke Indonesia. Seharusnya bus tersebut datang di Jakarta pada awal Desember 2013. Akan tetapi akibat cuaca buruk, kapal tersebut baru dapat tiba di akhir Desember 2013 lalu.

“Jadi didalam perjalanan, air laut terciprat ke bus tersebut dan akhirnya membuat karat pada beberapa bagian tertentu.”ujar Udar Pristono.

LEAVE A REPLY