Berita Kesehatan – Operasi Tumor Otak Lewat Hidung

0
1106

Dahulu, saat seseorang meninggal dan akan dijadikan mumi, bangsa Mesir kuno melakukan pengambilan otak jenazah lewat hidung. Sat ini, metode serupa juga dipakai dokter bedah guna melakukan operasi pasien tumor otak. Akses menuju tumor pada kelenjar pituitari serta area lain pada bawah tengkorak tepatnya pada belakang mata serta hidung sangat sulit dilakukan lantaran daerah ini berada dekat saraf serta pembuluh darah yang ke otak, kepala, serta tulang belakang. Biasanya agar mencapai area tumor pada daerah tersebut, dokter harus membedah kepala dan akan menyisakan bekas luka besar yang perlu waktu sangat lama agar sembuh.

Belakangan, para dokter bedah telah mengembangkan suatu metode bedah otak tak invasif. Diantaranya adalah dengan melalui hidung via selang endoksopik dan diarahkan menuju otak. “Metode yang terbaru ini mengurangi dampak yang tak dikehendaki,” terang Dr.Pablo Recinos, seorang dokter bedah saraf pada Cleveland Clinic, Ohio. Ia adalah yang pertama melakukan teknik tersebut.

Selang yang digunakan pada operasi ini mempunyai ukuran amat kecil dilengkapi dengan kamera telekopis. Dokter bedah telah memakai operasi tumor pituitari endoksopi sedikitnya sejak 20 tahun yang lalu. Kemudian 1 dekade terakhir, mereka pun mulai melaksanakannya lewat hidung. Pada operasi ini, diperlukan 2 dokter, 1 yang melakukan bedah sedangkan dokter lain yang mengendalikan endoskop tersebut.

Dalam proses operasi, selang dimasukkan pada lubang hidung menuju sinus kemudian menghilangkan sebuah sekat tipis di bagian atas hidung dan bawah dari tengkorak. Lalu dokter membuka membran otak yang ada di sekelilingnya, baru kemudian masuk dalam otak. Dokter kemudian menghilangkan tumor lewat selang endoksopi. Usai tumor diangkat, saatnya dokter memperbaiki jaringan yang telah rusak akibat dari proses masuknya selang.

Menurut pendapat Recinos, dibanding metode konvensional, metode ini memungkinkan sang dokter untuk menghilangkan seluruh bagian tumor. “Namun tumor pituitari ini biasanya jinak, maka tak semua bagian sel harus dihilangkan,” urainya. Untuk efek samping metode ini diantaranya adalah infeksi, perdarahan, stroke, dan kerusakan pada saraf optik mata. Namun metode ini memungkinkan perawatan pasien lebih cepat juga kesembuhan yang lebih singkat dibandingkan dengan metode sebelumnya.

LEAVE A REPLY