Kabar Nasional – Presiden Indonesia Umumkan Calon Wakil Presidennya

0
1

Presiden Indonesia, Joko Widodo, mengayunkan kepercayaan nasionalis dan religiusnya pada Jumat di tengah laporan bahwa ia mendapat tekanan dari sekutu partai Islam untuk menerima seorang ulama konservatif sebagai calon wakil presiden dalam pemilu tahun depan.

Dalam keputusan pada menit-menit terakhir, Widodo mengumumkan pada hari Kamis, Ma’ruf Amin, yang mengepalai dewan penasihat organisasi Muslim terbesar di negara itu, Nahdlatul Ulama (NU), akan menjadi calon wakil presiden untuk pemilihan April.

Duo ini akan ditantang oleh mantan jenderal Prabowo Subianto dan taipan ekuitas swasta dan wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno.

Mengenakan kemeja putih bersih yang dihiasi dengan slogan “Bersih. Dengan orang-orang. Pekerjaan nyata.”, Widodo mengatakan kepada pendukungnya pada hari Jumat bahwa ia akan “melindungi sumber daya nasional”.

Dia mengutip sebagai bukti keputusan kebijakan baru untuk menasionalisasi aset minyak dan gas dan merebut kepemilikan mayoritas dari tambang emas dan tembagaGrasberg besar dari Freeport-McMoran yang berbasis di AS.

“Ini adalah bukti bahwa kita berdaulat,” katanya.

Amin kemudian memimpin kerumunan dalam doa, meminta Tuhan untuk “memberi kita kemampuan dan semangat untuk melindungi kita dari kekuatan yang mencoba menghancurkan, melemahkan kita dan negara kita.”

Pasangan ini meninggalkan panggung sebagai nyanyian Islami, yang ditampilkan dalam bahasa Arab, dimainkan.

Ulama itu kemudian menyampaikan khotbah pada sholat Jumat di masjid terbesar di Jakarta.

Prabowo dan Uno harus pergi ke masjid sebelum secara resmi mendaftar sebagai kandidat di komisi pemilihan tetapi mengubah rencana mereka dan berdoa di masjid terdekat sebagai gantinya.

Amin juga mengepalai Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebuah kelompok berpengaruh untuk ulama yang telah mengeluarkan fatwa memusuhi kaum minoritas, termasuk sekte Islam Ahmadiyah dan komunitas gay.

Dia juga mengeluarkan pernyataan yang menuduh mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dari penistaan agama karena menghina Alquran, sebuah dekrit yang menyebabkan ratusan ribu pengunjuk rasa berkerumun di jalan-jalan ibukota Indonesia menuntut penggulingannya tahun lalu.

Purnama, seorang Kristen etnis Tionghoa, kalah dalam pemilihan saat ia membagi waktunya antara berkampanye dan membela diri dari tuduhan penistaan agama di pengadilan. Dia kemudian dipenjara selama dua tahun.

Kevin O’Rourke, seorang analis politik, mengatakan Amin adalah seorang “konservatif yang kukuh” dan “manipulator gesit”.

“Sebagai Wakil Presiden, ia dapat mendukung kelompok-kelompok Islam dan mungkin memberikan beberapa orang konservatif religius lainnya kesempatan untuk menggantikan Widodo,” tulisnya.

Analis politik Indonesia Marcus Mietzner mengatakan penunjukan Amin dapat melakukan serangan netral terhadap dugaan kurangnya keyakinan agama dan mengangkat tema nasionalis dalam kampanye pemilihan.

LEAVE A REPLY