Kabar Berita Kesehatan – Kolagit, Ramuan Untuk Penderita Diabetes

0
1755

Baru-baru ini, Gita Adinda Nasution, salah seorang mahasiswi yang tinggal di Sumatera Utara mendadak menjadi sosok ‘selebriti’ baru diantara kalangan para penderita diabetes. Ia saat ini kebanjiran pesanan Kolagit, ramuan dari gula tebu yang telah ia ciptakan dan diklaim cukup manjur untuk mengurangi kadar gula darah. Memang tak diketahui secara pasti apa sebenarnya komposisi yang terkandung pada ramuan herbal ini, Gita pun juga masih asik merahasiakannya. Hanya ada sedikit bocoran yang keluar darinya, Kolagit ini mengandung gula tebu serta memiliki rasa yang mirip dengan kopi. Atas alasan itu juga nama Kolagit digunakan, ya singkatan Kolagit ini dari Kopi Gula Gita.

“Kolagit memperbaiki fungsi dari ginjal, pankreas juga lambung yang telah rusak akibat komplikasi diabetes,” terang Gita yang menyatakan telah menguji khasiat dari Kolagit itu pada sejumlah mencit yang ada di laboratorium, ketika dihubungi wartawan ditulis Jumat (28/2/2014). Terlepas atas valid maupun tidaknya klaim dari Gita tersebut, Kolagit ini mengingatkan pada sejumlah obat diabetes utama yang digunakan saat ini yang juga tergolong herbal yang melewati rangkaian uji klinis ilmuwan serta berkembang berpuluh tahun.

Adalah Metformin salah satunya, obat diabet biguanida asal tanaman Galega officinalis yang banyak dijumpai di Eropa serta mempunyai nama populer French Lilac. Ribuan tahun lalu, tanaman ini dimanfaatkan untuk mengobati penyakit poliuria (banyak kencing) serta halitosis (bau mulut) secara tradisional, 2 gangguan ini berhubungan erat dengan diabetes. Emil Warner serta James Bell yang pertama kali mendapati kandungan Metformin pada tanaman itu di tahun 1922, dengan menggunakan nama kimia ‘N’-dimethylguanidine. Efek berupa hipoglikemik ataupun menurunkan kadar gula darah pada obat ini dapat diamati dari kelinci tahun 1929, dalam sebuah eksperimen yang telah dilakukan Slotta dan Tschesche.

“Tebu sendiri memang memiliki kandungan saccharans, yaitu senyawa polisakarida yang bersifat antidiabetes. Ilmuwan dari Jepang, Michiko Takahashi juga sempat menelitinya kepada tikus serta dimuat dalam jurnal Planta Medica di tahun 1985,” ujar Prof Dr CJ Soegihardjo, Apt, seorang peneliti obat tradisional Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

LEAVE A REPLY