Internasional – Citra Satelit Temukan Kamp Penjara Di Korut

0
114

Penciteraan satelit baru dari kamp penjara Korea Utara telah dirilis di mana penjara tersebut diyakini sebagai tempat untuk mengurung tahanan politik. PBB meyakini bahwa tempat tersebut digunakan untuk melancarkan aksi kekejaman pemerintahan Kim Jong-un yang tak bisa dikatakan.

Pemerintahan Korea Utara sendiri telah menyangkal bahwa fasilitas seperti itu ada di negaranya, tetapi analisis terbari dari kelompok hak asasi manusia menunjukkan bahwa beberapa kamp-kamp tersebut juga dikenal sebagai kwanliso diyakini telah digunakan dan dikembangkan sejak menjadi subjek penelitian sekitar 2.014 penyelidikan yang dilakuka oleh PBB.

Komisi dari PBB menemukan seorang narapidana yang tertunduk karena kelaparan yang disengaja, kerja pakas, eksekusi, penyiksaan, pemerkosaan, dan perlakuan pemberhentian hak-hak reproduksi serta memperkirakan sekitar ratusan ribu tahanan politik telah meninggal di kamp-kamp penjara tersebut selama lima dekade terakhir.

Greg Scarlatoiu, seorang direktur eksekutif Komite Hak Asasi Manusia di Kora Utara (HRNK), yang meruptakan sebuah lembaga LSM yang berbasis di Washington DC mengatakan pada hari Selasa (29/11) bahwa rezim kepemimpinan saat ini telah mengandalka jaringan yang luas untuk fasilitas penajra yang melanggar hukum dalam rangka untuk melaksanakan paksaan dan kontrol serta hukuman terhadap penduduknya.

Hal ini diperkirakan sekitar 80.000 hingga 120.000 tahanan politik telah dipenjara di kamp-kamp penajara politik pada tahun 2014.

“Orang-orang ditahan di sana tanpa adanya dakwaan, mereka tidak mendapatkan tuduhan. Kebanyakan dari mereka tidak tahu mengapa mereka dikirim ke sana,” kata Scarlatoiu. Sejak penyelidikan yang dilakukan oleh PBB, telah ditemukan aktivitas yang terus menurus berlangsung pada bidang pertanian dan di pabrik-pabrik industri di kamp-kamp, menurut laporan HRNK di Camp 25 yeng menganalisis citra satelit tersebtu dan melalui keterangan dari para pembelot.

Laporan tersebut dikombinasikan dengan analisis dari HRNK lainnya, yang juga mengungkapakan pola dalam operasi fasilitas penahanan di bahwa kepemimpinan Kim Jong-un, yang menjadi pemimpin Korea Utara semenjak kematian ayahnya pada bulan Desember 2011 silam.

“Fasilitas penahanan berada di dekat perbatasan Cina dan Fasilitas tersebut telah diperluas. Yang paling penting adalah ribuan orang telah menghilang dalam proses relokasi yang jauh dari perbatasan,” tambahnya.

LEAVE A REPLY