Thu. Apr 2nd, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Festival Internasional – Konser ‘Matilah Amerika’ Bergaung di Teheran

2 min read

Diberitakan bahwa sekelompok massa garis keras Iran telah menggelar sebuah konser lagu ‘Matilah Amerika’ di sebuah bekas gedung Kedutaan Besar milik Amerika Serikat (AS) di wilayah Teheran. Konser yang diadakan kemarin tersebut, diadakan dalam rangka memperingati terjadinya pengepungan dan juga penyekapan staf kedutaan AS tahun 1979.

Pihak Garda Revolusi Iran sempat mengatakan, bahwa lagu ‘Matilah Amerika’ akan tetap menjadi slogan mereka. Meskipun begitu, Hassan Rouhani, Presiden Iran, sedang berupaya keras guna meredam adanya ketegangan diantara Iran dan Amerika Serikat, yang mana upaya tersebut dilakukan guna membebaskan Iran dari diberlakukannya embargo ekonomi.

” ‘Matilah Amerika’ sendiri merupakan perwujudan dari tekad bangsa kami dan bentuk perlawanan terhadap dominasi yang selama ini menindas dan tak dapat dipercaya, yaitu  Amerika,” ujar pihak Garda Revolusi Iran, dalam situs internet.”Kebencian yang dimiliki oleh para revolusioner Iran akan diwujudkan secara nasional yaittu dengan slogan ‘Matilah Amerika’,” jelas seorang penjaga bekas gedung Kedubes milik Amerika Serikat di Teheran, seperti yang dikutip oleh al-Arabiya, pada Rabu (6/11/2013).

Pada tanggal 4 November 2013 yang lalu, merupakan peringatan yang ke-34 tahun dari peristiwa terjadinya pengepungan kedutaan AS di Teheran tersebut, di mana pihak mahasiswa Islam telah berhasil menyandera sejumlah 52 orang staf diplomat AS hingga 444 hari lamanya. Peristiwa itulah yang kemudian memicu terjadinya permusuhan antara AS dan Iran hingga beberapa dekade.

Hassan Rouhani, Presiden Iran yang dikenal sebagai seorang tokoh moderat, sempat berjanji guna memperbaiki hubungan antara Iran dengan Barat. Dia juga sempat mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS, Barack Obama pada bulan lalu, di sela-sela kedatangannya dalam acara sidang Majelis Umum PBB, yang diadakan di New York.

Komunikasi antara Rouhani dan Obama tersebut merupakan kontak pertama usai tiga dekade lebih. Pemimpin tertinggi di Iran, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan juga mendukung adanya upaya diplomasi yang dilakukan oleh Rouhani. Meski demikian, dia juga tidak menyukai tindakan Rouhani yang berlebihan, diantaranya ketika menelpon Obama. Khamenei menyebut bahwa tidakan itu tidak pantas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *