Mon. Apr 6th, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Diduga Bunuh Diri, IRT di Bone Sulsel Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

2 min read

Diduga Bunuh Diri, IRT di Bone Sulsel Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai – Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang berinisial NI (45) di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan mengapung di permukaan sungai. Polisi menduga korban tewas karena bunuh diri.

Juru bicara Humas Polres Bone, Brigadir Rosnaeni, saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/1/2020) mengatakan kami menduga korban tewas karena bunuh diri dengan cara melompat ke dalam sungai.

Korban NI pertama kali ditemukan tewas pada Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 07.00 Wita pagi di sungai yang berada di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu. Saat jasad korban ditemukan, polisi meminta petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Kahu, Polres Bone, Iptu Muhammad Amin, mengatakan dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Jadi kesimpulannya, korban tewas murni karena tenggelam.

Disisi lain, salah seorang pelajar bernama Pardi (17) mengaku sekitar tiga jam sebelum korban ditemukan tewas, dia sempat melihat korban sedang berjalan seorang diri di atas jembatan sungai.

Amin mengatakan sebelumnya memang sempat ada seorang saksi yang melihat korban tengah berjalan di atas jembatan tepatnya sekitar pukul 04.00 Wita, ketika diajak bicara oleh saksi, korban tidak mau bicara juga.

Amin mengatakan korban diduga bunuh diri karena memiliki kelainan pada kondisi kesehatan korban. Kelainan tersebut yakni korban tiba-tiba suka menyendiri dan enggan untuk diajak bicara seperti yang diungkapkan oleh saksi Pardi ketika bertemu dengan korban di jembatan.

Amin menuturkan jika penyakitnya kambuh, korban suka mengunci diri di dalam kamarnya dan tidak mau diajak bicara, sekalipun suaminya sendiri, koban tetap tidak mau diajak bicara.

Dia menambahkan namun saat penyakitnya tidak kambuh, korban diketahui rajin pergi ke masjid. Menurut keluarganya, kelainan yang dialami oleh korban sudah berlangsung sejak tiga yang tahun lalu.

Amin menambahkan lokasi rumah korban tak jauh dari jembatan yang merupakan tempat korban diduga bunuh diri. Jarak rumah korban dengan jembatan hanya sekitar 200 meter.

Terkait keterangan dari pihak keluarga, polisi pun tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut soal kematian korban. Amin mengatakan keluarga korban juga tak merasa keberatan dengan membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *