Berita Sains Terhangat – Manusia Purba Afrika Saudara Manusia Jawa?

0
243

Sebuah tim ilmuwan berhasil mengumpulkan ribuan belulang yang lantas dikelompokkan menjadi 15 individu dari Afrika Selatan. Pada penelitian itu, mereka yakin bahwa itu merupakan tulang spesies terbaru dari manusia purba. Temuan itu lalu diberi nama Homo naledi. Diduga, Homo naledi masih lebih tua lagi dari Homo erectus.

Homo erectus sendiri adalah sosok yang tidak bisa lepas dari Indonesia, pasalnya fosil manusia purba satu ini ditemukan ahli anatomi Eugene Dubois dari kawasan Trinil, Jawa Timur, tahun 1891 silam. Fosil manusia purba tersebut kemudian dinamai Pithecanthropus erectus dan belakangan disebut sebagai Manusia Jawa. Manusia Jawa lantas dimasukkan dalam klasifikasi milik Homo erectus.

Spesies di dalam kelompok Homo erectus ini tidak anya diisi oleh Manusia Jawa saja. Fosil Homo erectus lainnya yang tidak kalah spektakuler ialah Manusia Peking China. Fosil tersebut ditemukan Johan Gunnar Andersson tahun 1921 dimana awalnya dikira adalah milik Sinanthropus pekinensis. Berdasar hasil penggalian selanjutnya dengan total temuan 200 fosil milik 40 individu lebih, fosil tersebut lantas diklasifikasikan menjadi Homo erectus pekinensis.

Homo erectus diperkirakan hidup di Afrika. Keberadaan mereka ada pada kurun 1,9 juta tahun yang lalu hingga mengalami kepunahan pada sekitar 70 ribu tahun lalu. Ada sejumlah pengamat yang mencoba mengaitkan musnahnya manusia purba ini disebabkan oleh letusan Gunung Api Toba. Namun ada pula yang menyebut bahwa spesies ini pertama kalinya muncul di Asia kemudian menyebar menuju belahan Bumi yang lain.

Tahun 2013 yang lalu, terjadi perdebatan terkait Homo erectus. Debat ini kembali mengemuka saat penemuan tengkorak manusia purba pada kawasan Dmanisi, Georgia, atau sekitar 93 kilometer pada baratdaya Tbilisi mengemuka. Lantaran adanya variasi di temuan tengkorak Dminisi, kalangan ahli ada yang mengatakan bahwa Homo erectus mempunyai lebih banyak varian lagi.

Diantara varian dari manusia purba tersebut ada Homo ergaster, Homo rudolfensis, serta Homo habilis. Atas adanya temuan Homo naledi ini, sebuah pertanyaan baru pun muncul, lalu apakah spesies terbaru ini memiliki umur lebih tua dan menjadi nenek moyang Homo erectus?

LEAVE A REPLY