Berita Internasional – PM Najib Berjanji Meja Hijaukan Penembak MH17

0
557

Diberitakan bahwa Najib Razak, Perdana Menteri Malaysia berjanji akan menuntut keadilan atas siapapun yang menjadi pelaku dari penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17. Akan tetapi, ia mengaku khawatir bahwa penyelidikan ini terkendala oleh penutupan akses lokasi kejadian yang mungkin dilakukan milisi Ukraina pro-Rusia. Pada wawancara bersama Reuters dari Dubai, Selasa (28/10/2014), ia mengatakan bahwa “Kami ingin untuk mengejar (investigasi MH17) sampai menemukan kesimpulan yang logis, yaitu demi mengadili mereka yang dinilai telah bertanggung jawab.”

Wawancara tersebut diadakan pada sela Konferensi Keuangan Negara Islam. “Proses dalam penyelidikan ini masih akan memakan waktu panjang serta berlarut-larut. Namun kita harus menempuh semua ini,” tegas Razak. “Kita juga menegaskan siapapun yang telah melakukannya pasti ada harga yang harus dibayar. Anda tak bisa menjatuhkan unit pesawat sipil, walau dengan alasan tak disengaja,” tambah Razak. Seperti yang diketahui bahwa pesawat MH17 mengangkut 298 penumpang, ditembak jatuh pada timur Ukraina 17 Juli 2014 lalu. Insiden tersebut menjadi pukulan telak untuk maskapai serta pihak pemerintah Malaysia, yang juga berhadapan masalah hilangnya pesawat MH370 sebelumnya.

Laporan dari Dewan Keamanan Belanda di bulan September, menyatakan MH17 jatuh usai dihantam sebuah obyek bertekanan tinggi sampai menembus bagian badan pesawat. Pihak otoritas Belanda selaku pemimpin investigasi di bawah tekanan publik, dimana tim dianggap tak memberi kemajuan berarti penyelidikan. Total ada 298 orang dalam pesawat dalam rute dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, mayoritas warga Belanda, selain itu ada 12 orang dalam jumlah tersebut yang merupakan orang Indonesia.

“Masih ada pihak yang bertikai, kamipun menganggap bahwa ini terlalu berisiko… kita tak bisa mendapat akses ke lokasi kecelakaan serta itu sangat memicu frustasi,” terang Razak. “Namun saya tak berfikir apa yang sudah kita lakukan telah cukup.” Sementara layanan lokal darurat sudah dibentuk awal Oktober demi kumpulkan barang pribadi korban pada sekitaran lokasi kejadian. Pembentukan tersebut bisa dilakukan usai Razak bernegosiasi bersama milisi Ukraina yang pro-Rusia, demi mendapat akses masuk pada situs tersebut.

LEAVE A REPLY