Berita Internasional – Roket NASA Meledak

0
984

Diberitakan bahwa roket Antares yang bertugas mengangkut unit pesawat ruang angkasa kargo Cygnus bagi Stasiun Antariksa Internasional mengalami kecelakaan sesaat usai diluncurkan pada lokasi landasan komersial yang ada di Virginia, Amerika Serikat, pada hari Selasa (28/10/2014) petang waktu lokal atau Rabu (29/10/2014) waktu dini hari WIB. Sebuah rekaman TV NASA yang diupload Reuters menayangkan momen meledaknya roket yang memiliki nilai kontrak bersama NASA senilai 1,9 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 22,8 triliun. Roket tersebut lepas landas pada fasilitas Wallops Selasa 18.22 waktu lokal.

Dalam video cuplikan itu, tak ada masalah saat roket itu sedang lepas landas. Bagian tiang penyangga roket tersebut pun juga terlepas sesuai dengan yang seharusnya. Tetapi, selang 16 detik sempat terbang, secara tiba-tiba ledakan terjadi pada bagian ekor roket. berselang 2 detik kemudian, semua badan dari roket tersebut terbakar lalu akhirnya pesawat itu terjatuh menghujam bumi. Sampai dengan saat ini, masih belum dinyatakan secara resmi apa penyebab pasti dari meledaknya roket itu. Namun, pihak NASA, selaku lembaga antariksa Amerika Serikat, telah memastikan bahwa tak ada korban jiwa pada insiden itu.

Roket tersebut adalah roket buatan Orbital Sciences, sebuah perusahaan yang berpusat di Virginia. Perusahaan tersebut menjadi salah satu divisi yang telah dikontrak NASA guna mengangkut kargo menuju Stasiun Antariksa Internasional, lantaran pesawat ulang-alik yang dulunya biasa dipakai harus dipensiunkan. Bermesin terbaru dan disebut lebih kuat, unit roket Antarers membawa pesawat Cygnus dan memuat kargo seberat 2.293 kilogram peralatan serta material untuk percobaan sains. Bobot dari muatan tersebut tercatat lebih berat 15 persen dibanding misi pengiriman yang sebelumnya.

Cygnus sendiri harusnya sudah edar pada orbit pada 2 November 2014, sebelum akhirnya terbang menuju Stasiun Antariksa Internasional dan dijemput astronot memakai robot derek kemudian didaratkan pada landasan tersedia. Akibat dari peristiwa itu, saham dari Orbital Sciences terjun bebas 12,74 persen, hanya berselang 1 jam saja usai terjadinya insiden tersebut, dari awalnya pada kisaran 3,87 dollar AS tiap lembar jadi 2,65 dollar AS.

LEAVE A REPLY