Berita Hangat Internasional – Bluefin Nihil, Pencarian Berujung Putus Asa

0
726

Seperti yang diketahui bahwa kapal selam robot, Bluefin-21, telah rampung memindai dari dasar lautan guna mencari black box milik MH 370. Namun seiring berjalannya waktu, tim penyelamat mulai patah arang. Operasi dari pencarian udara serta permukaan laut sedianya akan dihentikan. Bluefin yang dikerahkan mencari MH370 dari Malaysia Airlines dikabarkan sudah menyelesaikan misi pertama pemindaian dasar Samudera Hindia. Rekaman oleh kapal Angkatan Laut AS tersebut menjadi satu-satunya cara guna temukan pesawat itu.

Pihak otoritas Australia pun sedang menyelidiki dari sampel minyak yang diambil pada lokasi sama, yakni sekitar 2000 km barat Perth. Serentetan “ping” yang juga ditangkap pada awal bulan ini kian meyakinkan pada tim pencari bahwa sinyal itu datang dari black box MH 370. Tetapi baterai pada kotak hitam sendiri pada saat ini sudah 10 hari lewati batas tenaganya. Sudah sepekan ini sinyal “ping” pemandu petugas penyelamat tak lagi bersuara.

Bluefin-21 diturunkan pertama kali 16 jam pada kedalaman 4500 m, hari Rabu (16/4/2014), usai alami sejumlah kendala teknis. “Bluefin-21 telah menyapu wilayah dengan luas 90 kilometer persegi serta kami saat ini tengah menganalisa hasil datanya,” terang Joint Agency Coordination Centre (JACC), sebuah lembaga koordinasi pencarian.

Pada Senin (14/4) Angus Houston, koordinator dari JACC, menyatakan bahwa upaya pencarian udara serta permukaan laut akan berakhir tiga hari lagi. Tim pencarian saat ini mengalihkan perhatian menuju dasar laut. Tetapi otoritas maritim Australia masih bersikeras pihaknya akan menurunkan 2 pesawat terbang pengintai serta 11 kapal laut guna menyisir 40.000 kilometer persegi tersebut.

Tony Abott, PM Australia mengatakan pada Wall Street Journal, “Kami meyakini pencarian bawah laut bisa selesai dalam seminggu. Jika kami tak dapatkan apapun, kami ingin berhenti sebentar, berkumpul lalu menganalisa metode.” Sebelumnya, Abott mengklaim pihaknya telah meminta JACC lakukan pencarian di tempat lain dan bukannya menghentikan usaha pencariannya sama sekali. “Mereka telah mencari hingga 40 hari serta tak dapatkan satu benda pun mengambang,” terang Geoffrey Dell, dari Professor Investigasi Bencana serta Forensic dari Queensland University.

LEAVE A REPLY