Berita Dunia Hangat – Saudi: Penjara Untuk Suami Pemukul Istri

0
580

Berita kali ini datang dari Pemerintah Arab Saudi yang pada pekan depan diketahui akan mulai menerapkan sebuah undang-undang baru. Penerapan undang-undang baru ini diharapkan sanggup menekan kasus terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang kian marak di negeri tersebut. Seperti yang telah diketahui bahwa kerajaan ini sudah lama menuai kritik dari berbagai pihak terkait dengan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Satu diantaranya yang diatur dalam undang-undang baru tersebut ialah pemberian hukuman berupa denda ataupun penjara kepada para suami yang telah terbukti melakukan pemukulan pada istri mereka.

Besaran denda yang akan diterapkan untuk pria para pemukul istri trsebut terhitung paling rendah ialah 1.340 dolar AS sampai dengan maksimal 13.000 dolar AS. Selain itu, para pria yang suka memukuli istri ini bisa juga dijatuhi dengan hukuman kurungan paling sedikit satu bulan sampai maksimal 1 tahun kurungan penjara. Untuk para residivis sedianya akan memperoleh hukuman berlipat.

Pihak Direktur Perlindungan Sosial Kementerian Sosial Arab Saudi, diwakili oleh Dr Mohammad al-Harbi menyatakan bahwa sistem baru itu dikembangkan oleh para pakar hukum guna memastikan dari standar yang tertinggi. “Dalam kurun waktu 3 bulan kami telah mengadakan workshop dari berbagai wilayah dengan partisipan yaitu para pegiat HAM serta kami juga telah meminta kepada sebuah perusahaan konsultan guna menyiapkan sistemnya supaya tidak akan tuduhan yang menyatakan bahwa kementerian yang mengatur semuanya,” kata Al-Harbi.

“Pihak Kementerian tak mencampuri urusan penyusunan dari rancangan undang-undang tersebut. Para hakim serta aktivis HAM lah yang telah menyusun mereka,” lanjut Al-Harbi. Undang-undang yang pertama kali ditujukan guna melindungi para perempuan serta anak-anak dari adanya ancaman kekerasan dalam rumah tangga telah disahkan oleh pihak parlemen Arab Saudi di akhir Agustus pada tahun yang lalu. Undang-undang yang baru ini disebut-sebut dan dipuji menjadi sebuah tonggak bersejarah untuk kerajaan Arab Saudi yang sering mendapatkan kritikan sebab dinilai tak serius dalam upayanya mengakhiri aksi kekerasan dalam rumah tangga tersebut.

LEAVE A REPLY