Berita Internasional – Kapten Kapal Tenggelam di Korea Selatan Ditangkap

0
838

Adalah Lee Joon-Seok (52) yang menjadi kapten dari kapal feri milik Korea Selatan yang mengalami insiden terbalik pada Rabu (16/3/2014) pagi lalu, telah ditangkap serta langsung dijebloskan ke tahanan pada Sabtu (19/4/2014). Di sisi lain, tim penyelam penyelamat pada akhirnya berhasil memasuki kapal usai menantang arus yang kuat serta dalam jarak pandang yang nyaris buta. Surat perintah untuk penangkapan Lee telah dikeluarkan pada Jumat (18/4/2014). Dalam insiden ini sedikitnya telah menewaskan 28 orang serta 268 penumpang lain masih belum berhasil ditemukan. Lee yang ditahan tersebut akan dikenakan 5 tuduhan, berdasarkan rilisan kantor berita Yonhap, dan termasuk diantaranya adalah kelalaian tugas serta pelanggaran dari hukum maritim.

Yonhap juga sempat melaporkan bahwa pengadilan Mokpo menerbitkan surat perintah penahanan Lee serta 2 orang awak kapal yang lain. Penahanan ini dilakukan guna mencegah mereka melarikan diri ataupun berusaha menghancurkan bukti. Harapan untuk menemukan para korban selamat pada aksi penyelamatan kapal tersebut kian menipis di hari ketiga. Petugas penyelamat baru berhasil memasuki kapal 48 jam usai kapal tersebut tenggelam.

Tragedi ini bertambah parah atas bunuh diri yang dilakukan oleh wakil kepala sekolah yang mampu selamat dari kejadian tersebut. Dia merupakan pemimpin dari rombongan sejumlah ratusan siswa yang menaiki kapal, bahkan sebagian besar dari siswa hingga kini masih belum berhasil ditemukan.Wakasek SMA tersebut ditemukan meninggal gantung diri di Jindo, pulau yang dekat dari kapal tenggelam sekaligus tempat evakuasi dari korban pada Jumat (18/4/2014). Sebelumnya dia sempat meninggalkan sebuah pesan berisi ungkapan rasa bersalah sebab ia masih hidup, sedangkan hingga lebih dari 200 muridnya menghilang.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, wakasek yang bunuh diri ini diidentifikasi dengan nama Kang Min-kyu. Pada pesannya itu Kang menyatakan, ia akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah terjadi sebab dia sudah memimpin perjalanan itu. Dia pun meminta supaya tubuhnya bisa dikremasi kemudian abunya disebarkan pada lokasi kecelakaan tersebut.

Pejabat setempat menyatakan bahwa ada sejunmlah 179 korban serta sekitar 270 lain masih dinyatakan hilang. Dari jumlah korban itu, kebanyakan merupakan siswa SMA berusia diantara 16 hingga 17 tahun. Kemungkinan bertahan hidup para korban hilang kini makin tipis.

LEAVE A REPLY