Berita Ekonomi Indonesia – Impian Dahlan Iskan Tentang Mobil Listrik Sulit Diwujudkan

0
929

Impian dari Menterai BUMN, Dahlan Iskan supaya Indonesia mempunyai sebuah mobil listrik tampaknya akan sulit untuk diwujudkan. Dahlan Iskan mengaku cukup sedih jika berbicara tentang perkembangan nasib dari mobil listrik tersebut.

Padahal, prototipe mobil listrik yang telah dia siapkan dengan bantuan dari tim Putra Petir telah selesai dibuat. Akan tetapi, sampai saat ini, Kementrian Perhubungan belum kunjung memberikan izin untuk kelaikan untuk mobil bertenaga listrik tersebut. Kementerian Perhubungan juga masih belum mengeluarkan izin untuk uji kelaikan dijalan raya pada mobil tanpa polusi tersebut.

“Saya jika ditanya tentang perkembangan mobil listrik, Anda wajib menyediakan tisu untuk saya. Saya akan menangis sebab sulit sekali peraturan yang diterapkan.”ujar Dahlan Iskan, Kamis 1 Mei 2014.

Dahlan Iskan juga mengaku tidak begitu berani untuk menguji mobil listrik tersebut dijalan raya jika tidak mendapatkan izin. Tidak hanya itu, jika izin tidak kunjung didapat maka mobil listrik tersebut hanya akan menjadi sebuah sampah jalanan.

Dia juga menyadari jika mobil listrik akan menjadi sebuah kebutuhan dunia dimasa mendatang. Jika tidak bisa berkembang, dapat dipastikan Indonesia akan mengimpor mobil listrik tersebut dimasa depan.

“Mobil listrik adalah sebuah mobil masa depan. Mungkin akan digunakan sekitar 15 tahun kedepan. Jika kita tidak segera mempersiapkan diri mulai dari saat ini, kita akan diserbu oleh mobil listrik produk asing dan kita harus siap untuk menjadi negara konsumen lagi. Mobil listrik dalam negeri telah siap, tetapi hingga saat ini saya belum berani mengujinya dijalan raya sebab izin tidak kunjung turun.”terang Dahlan Iskan.

Lebih lanjut lagi, sesungguhnya Indonesia dapat melakukan penghematan pada anggaran jika mampu membuat dan memproduksi mobil listrik tersebut. Setidaknya, biaya yang digunakan untuk subsidi BBM yang pada tahun ini sampai Rp. 240 triliun dan akan terus menerus bertambah dimasa depan.

“Negara telah memberikan subsidi untuk BBM ditahun ini sekitar Rp. 240 triliun dan ini impor. Berarti kita telah memperkaya pihak luar. Dulu kita telah dijajah, sekarang kita kembali dijajah. Masa penjajahan BBM. Untuk dapat merdeka dari hal ini kita wajib memakai gas bumi ataupun listrik.”

LEAVE A REPLY