Berita Bola – Sepak Bola Gajah Go International

0
511

Ternyata laga yang sangat kontroversial pada Divisi Utama diantara PSS Sleman lawan PSIS Semarang di hari Minggu (26/10/2014) lalu tak sekedar jadi perhatian kalangan masyarakat Indonesia saja. Sejumlah media massa luar negeri bahkan juga secara khusus menyorot aksi 5 gol bunuh diri dalam pertandingan itu. Satu diantaranya adalah media Inggris, The Guardian, yang melaporkan bahwa kejanggalan pada pertandingan itu diduga terjadi lantaran adanya salah satu klub dibekingi mafia lokal. Selain itu, mereka juga mengabarkan bahwa pertandingan tersebut sedang diselidiki Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Sementara itu, Daily Mail, juga secara khusus menampilkan video cuplikan dari pertandingan yang berdurasi 0:28 menit dimana menayangkan keanehan dari perilaku para pemain dari kedua tim ketika membuat gol bunuh diri mereka. Mereka kemudian memberikan judul pada video tersebut, ” Diduga, 5 Gol Bunuh Diri Tim Indonesia Lantaran Inginkan Kekalahan.” Sedangkan Bleacher Report pun juga tak mau ketinggalan. Situs dari Amerika Serikat itu malah secara blak-blakan mengatakan bahwa usai kemenangan dari PSIS, PSS segera menghadapi Borneo FC, sebuah tim yang diduga kuat didukung mafia sepak bola (mengacu pada pemberitaan 101 Great Goals).

Lebih jauh lagi, The New Papper, media Singapura menayangkan 2 video laga yang berbeda asal Youtube. Mereka lalu memberi nama pada video gol bunuh diri tersebut dengan “Sepak Bola Gajah Dari Indonesia.” Saat ini pihak Komisi Disiplin PSSI telah memberi putusan PSS serta PSIS segera didiskualifikasi dalam babak 8 besar pada Divisi Utama. Putusan tersebut dibuat Komdis usai lakukan sidang atas kedua klub dari Kantor PSSI, di Jakarta, hari Selasa (28/10/2014). Hinca Panjaitan, Ketua Komdis menyatakan bahwa pihaknya akan lakukan investigasi tingkat lanjut, utamanya terhadap pemain yang terlibat aksi “adu bunuh diri” itu. Ia juga mengatakan pada investigasi lanjutan tersebut PSS serta PSIS kemungkinan pun dapat didegradasi. “Keputusan ini tak dapat dibanding. Sebab kejadian seperti ini sudah jelas mencederai intergritas dalam sepak bola,” tegas Hinca.

LEAVE A REPLY