Berita Bola – Madrid Hadapi Dokter Gigi Serta Guru

0
464

Ternyata ada sesuatu yang menarik saat kita menelisik sisi lain dari pertemuan diantara Real Madrid dan Cornella pada babak 32 besar dari Copa del Rey. Bukanlah masalah kasta dari kedua tim tersebut yang mana memang pastinya jelas sangat jauh berbeda, namun lebih tentang nilai serta harga dari skuad masing-masing. Perbedaan antara Madrid bersama klub Divisi Tiga Liga Spanyol tersebut amat mencolok bagai langit dengan bumi. Betapa tidak, Madrid adalah klub terkaya dan berpenghasilan tahunan yang mencapai 600 juta euro lebih (setara Rp 9,174 trilun), sementara Cornella, yang masih pertama kali promosi di Segunda B, adalah klub yang amat kecil, anggaran saja berkisar di 1 juta euro (setara Rp 15,278 miliar) untuk satu musim.

Sedangkan pada level pemain, skuad Cornella yang berpusat dekat Barcelona, ditinggali oleh orang-orang yang tidak hanya terfokus menggeluti dunia sepak bola saja, seperti yang dilakukan oleh pemain Madrid. Tim tersebut diperkuat oleh beberapa pemain, yang mana diantaranya merupakan dokter gigi serta guru di sekolah. Tak heran jika Madrid dapat meraih kemenangan dengan skor 4-1 dalam leg pertama di Copa del Rey dari markas Cornella, pada hari Rabu (29/10/2014). Madrid memang berambisi untuk mempertahankan gelar itu, merebut kemenangan atas 2 gol dari Raphael Varane dan Javier Hernandez serta Marcelo, sementara tim tuan rumah sempat membalas dengan gol milik Oscar Munoz.

“Sangat penting guna mendapat hasil bagus pada leg pertama,” kata Hernandez pada wawancara bersama TV Spanyol, Canal Plus. “Terhadap setiap lawan kami, sang pelatih telah meminta kami agar profesional serta kami pun menghadapi laga ini seperti halnya sebuah Clasico (lawan Barcelona),” lanjut pemain dari Meksiko tersebut, yang dipinjamkan oleh Manchester United. Bagi skuad Cornella, kekalahan ali ini kian memupuskan peluang mereka agar lolos. Sebab, dalam leg kedua di awal Desember, mereka pun harus tandang menuju Santiago Bernabeu, markas dari sang juara Eropa itu. Perlu sebuah keajaiban untuk Cornella demi menghentikan laju Madrid.

LEAVE A REPLY