Thu. Mar 12th, 2020

kabaraku.com

Berita Terkini, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Viral Video Bocah SD Tawuran di Sawah Sambil Bawa Celurit-Samurai

2 min read

Viral Video Bocah SD Tawuran di Sawah Sambil Bawa Celurit-Samurai – Viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa anak yang sebagian tampak masih memakai seragam Sekolah Dasar (SD) saling berhadapan dengan membawa celurit, gird dan samurai. Video yang berdurasi 36 detik itu beredar luas di aplikasi perpesanan sejak Rabu (26/2/2020) kemarin.

Seperti yang dilihat pada Kamis (28/2/2020), video yang sengaja direkam oleh seseorang itu, terdengar jelas suara dari orang dengan menggunakan bahasa Sunda berteriak-teriak hingga beberapa kali ke temannya yang sedang saling berhadapan dengan lawan.

Seseorang dalam video itu berteriak ‘Kade eta eh, pajukeun atu eta heh kadekan, si Devi awas tuh gob, yang artinya hati-hati itu, maju dong itu langsung bacok, si Devi awas.

Selain bocah yang tampak berseragam SD, ada juga beberapa anak lainnya yang mengenakan celana warna biru panjang seperti seragam SMP. Dari informasi yang diperoleh, insiden tawuran itu terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Meski tidak tahu waktu kejadiannya, Camat Cicurug Wawan Godawan membenarkan adanya aksi tawuran para bocah itu.

Wawan pada Kamis (27/2/2020) mengatakan bahwa kami juga baru mengetahu kejadian itu kemarin, tetapi kapolsek Cicurug juga telah bertemu dengan kepala sekolah SD, untuk melakukan antisipasi supaya tidak terulang lagi kejadian yang serupa.

Wawan sangat menyayangkan adanya kejadian itu. Informasi yang dia peroleh dari pihak sekolah, mereka melakukan tawuran setelah janjian lewat medsos.

Wawan mengatakan pihak sekolah dan orang tuanya juga sudah diundang, mengenai senjata tajam yang dibawa oleh bocah-bocah itu, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Cicurug Sukabumi Kompol Simin A Wibowo sudah melakukan pengecekan ke lokasi tawuran yang ada di dalam video itu. Ia juga telah mengumpulkan para guru.

Simin mengatakan kami sudah melakukan pengecekan di lapangan, bahkan kami juga sudah mengumpulkan guru dari semua sekolah, jadi semua murid telah ada sanksi dari gurunya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *