Penemuan – Makam Raksasa Misterius Ribuan Tahun

0
152

Kalangan peneliti belum lama ini berhasil menemukan sebuah makam misterius yang ada di wilayah Israel. Makam yang berbentuk roda raksasa ini kemudian diberi nama Rujm el-Hiri, dimana dalam Bahasa Arab artinya Tumpukan Batu dari Kucing Liar. Tempat misterius ini pertama kalinya ditemukan ahli arkeologi Israel di tahun 1967 silam. Bentuknya sendiri tersusun oleh tumpukan bebatuan setinggi 2,4 meter serta terdiri atas 5 lapis tembok besar. Sementara berat total bebatuan yang membentuk struktur ini diramalkan hingga 37.500 ton.

Makam Gilgal Refaim yang  dalam Bahasa Ibrani artinya ‘roda Raksasa’ ini diperkiraan berusia setidaknya 5.000 tahun. Situs ini membentuk struktur yang aneh menyerupai sebuah roda raksasa jika dilihat dari langit. Tak tanggung-tanggung, ukuran diameternya saja mencapai 152 meter. “Ini merupakan situs yang cukup membingungkan. Kami sendiri hanya punya sedikit saja informasi, tidak ada foto keseluruhan,” kata Uri Berger, seorang ahli makam megalitik asal Israel Antiquities Authority dan ditulis Huffington Post.

Di tengah struktur berbentuk ‘roda raksasa’ ini ada sebuah makam berketinggian mencapai 4,5 meter. “Kelima tembok yang menyusun ‘roda raksasa’ ini kemungkinan dipakai demi membangun ruangan khusus demi memakamkan tokoh penting pada masa silam,” ujar Berger. Tetapi sampai dengan saat ini kalangan ilmuwan sendiri masih belum dapat mengetahui siapakah yang dulu sangat penting hingga dimakamkan seperti ini.

Ilmuwan memperkirakan pada mulanya struktur misterius ini dibuat para pengembara dengan tujuan tertentu. Baru kemudian, mereka memakainya untuk makam. Berdasar pada laporan Biblical Archaeology Review, struktur berbentuk ‘roda raksasa’ ini kemungkinan dipakai untuk situs penanda kalender kuno yang menunjukkan waktu titik balik matahari di musim panas serta fenomena astronomi yang lain.

Namun ada juga anggapan bahwa struktur dan makan ini dibuat bersamaan, yang mana jasad dari para leluhur yang sudah meninggal dunia kemudian diletakan pada puncak tumpukan batu lalu dijadikan santapan burung bangkai. Kemudian belulang mereka disimpan dalam makam tersebut, seperti teori dari Dr. Rami Arav di Bilical Archeology Review.

LEAVE A REPLY