Kabar Internasional – Umumkan MH370, Malaysia Kecewakan Tiongkok

0
794

Diberitakian bahwa pihak Malaysia telah menuai risiko dari putusannya untuk mengumumkan penerbangan dari MH370 yang berakhir pada Samudra Hindia pada Senin malam lalu(24/3). Pihak Tiongkok dimana warganya yang paling banyak jadi korban yaitu 153 dari jumlah 239 penumpang menunjukkan tanggapan yang kurang puas terhadap pengumuman langsung oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak itu.

 Sehari usai pengumuman tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok meminta pihak Malaysia untuk memberi segala informasi serta bukti terbaru tentang pencarian dari MH370.  “Tiongkok telah mendapatkan informasi Malaysia tentang pengumuman ini, kami akan memberi perhatian yang penuh,” terang Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada pernyataannya yang dikutip oleh New Strait Times yang bersumber dari Reuters (25/3).

 “Tiongkok pun sudah meminta pula pada Malaysia agar menyediakan informasi serta bukti yang lebih lengkap tentang prosedur pengambilan simpulan ini,” tambahnya. PM Najib Razak juga sempat menyatakan bahwa kepastian dari jatuhnya MH370 pada Samudra Hindia tersebut berdasar analisis satelit Inggris. Menggunakan metode paling mutakhir, yang mendeteksi penerbangan dari MH370 terakhir kali terlihat di tengah Samudra Hindia di bagian barat Perth, Australia.

 “Lokasi tersebut sangat terpencil, sangat jauh dari tempat yang dapat dilandasi. Oleh sebab itu, diiringi kesedihan serta penyesalan mendalam, saya wajib mengabarkan pada Anda bahwa dari data terbaru ini, penerbangan dari MH370 berujung pada Samudra Hindia,” jelas Najib pada Senin malam. Atas permintaan dari Kemenlu Tiongkok, diwakili Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Keqiang mendesak agar Najib segera menyediakan informasi lebih mendetail, termasuk juga informasi pihak ketiga secepatnya, pihak media Tiongkok pun mendukung penuh terhadap sikap tegas dari pemerintah mereka.

 Hal ini terjadi karena, pengumuman Najib terkait MH370 ini tak disertai bukti fisik apapun yang terkonfirmasi keabsahannya, baik itu berwujud puing dari badan pesawat atau barang dari penumpang. Pihak Malaysia memilih tak mengungkap data mentah sebelum diperiksa dulu bersama kemitraan internasional misalnya US National Transportation Safety Board and the Federal Aviation Administration. Apabila pemerintah Tiongkok merasa kecewa, apalagi dengan para keluarga korban.

LEAVE A REPLY