Info Internasional – Malaysia Tuding Media China Hasut Keluarga Korban MH370

0
842

Akhir-akhir ini berbagai kritikan tajam kian deras menghujani pemerintah Malaysia sehubungan penanganan insiden yang menyngkut pesawat MAS MH370, terlebih dari keluarga para penumpang dari Beijing, China. Diketahui salah seorang menteri Malaysia tengah menyalahkan pihak media China yang memicu kemarahan dari publik China pada Malaysia. Adalah datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi, Menteri Dalam Negeri Malaysia menyatakan laporan sensasional terkait MH370 di surat kabar dalam bahasa Mandarin sudah menyulut rasa kebencian publik China pada otoritas Malaysia.

“Artikel koran berbahasa Mandarin sudah memainkan sentimen yang kemudian memicu kemarahan dari para keluarga korban yang berasal dari China yang berada di MH370,” kata Ahmad Zahid seperti yang dikutip dari media Malaysia, Malay Mail Online kemudian dilansir Straits Times, hari Kamis (27/3/2014). Ahmad tak menyebut spesifik apakah media yang berbahasa Mandarin terbitan Malaysia juga turut termasuk.

“Perdana Menteri serta Plt Menteri Transportasi sudah berusaha semaksimal mungkin guna pecahkan masalah, sayangnya, koran-koran ini lakukan manipulasi serta memainkan sentimen sampai keluarga dari penumpang, terutama di Beijing menjadi marah,” katanya seperti dikutip Malaysian Insider, media Malaysia lain. Memang dari total 239 penumpang MAS MH370, sebanyak 153 orang adalah kebangsaan China. Publik China, apalagi pihak keluarga korban kian gencar menuding pemerintah Malaysia serta pihak MAS tak kompeten menangani hal ini sejak pesawat dinyatakan hilang 8 Maret yang lalu.

Banyak pihak menuding Malaysia lamban dalam upaya pencarian MH370. Tetapi saat PM Malaysia, Najib Razak umumkan pada Senin (24/3) tentang MH370 terjatuh di Samudera Hindia selatan, keluarga penumpang asal China menuding bahwa Malaysia tergesa membuat simpulan, mengingat bahwa belum ada bukti fisik dari MH370. Selasa (25/3), diketahui ratusan dari keluarga korban mengadakan unjuk rasa di hadapan gedung Kedubes Malaysia Beijing. Mereka juga menyebut bahwa pemerintah Malaysia ‘pembunuh’ juga ‘pembohong’. Ketegangan berlanjut pada Rabu (26/4) dalam pertemuan yang digelar diantara keluarga penumpang dan perwakilan pemerintah Malaysia yang diwarnai banyak sekali pertanyaan serta pernyataan kasar.

LEAVE A REPLY