Kabar Internasional – Saudara Perdana Menteri Pakistan Terpilih Menjadi Pemimpin Selanjutnya

0
52

Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan telah bergerak pada hari Sabtu (29/7) untuk menunjuk adik laki-lakinya sebagai penggantinya. Hal ini terjadi setelah kurang dari 24 jam setelah dia disingkirkan setelah terjadinya skandal korupsi.

Partai yang berkuasa mengatakan bahwa Nawaz Sharif menuju kesebuah keputusan pengadilan untuk mendiskualifikasi dirinya dari jabatannya dan menominasikan saudaranya, Shabaz, untuk akhirnya mengambil alih jabatan sebagai pemimpin, walaupun dia harus terlebih dahulu mencalonkan diri untuk pemilihan anggota majelis nasional.

Sharif juga mengajukan Shahid Khawan Abbasi, sekutu setianya, untuk melayani sebagai perdana menteri sementara, ketika saudaranya mengadakan pemilihan. Langkah tersebut segera dikecam oleh pemimpin oposisi, Imran Khan, yang menyamakan tradisi dinasti politik Pakistan sebagai sebuah bentuk monarki. “Partai politik tidak memiliki demokrasi di dalamnya. Mereka adalah pihak keluarga, sebenarnya ini seperti bentuk monarki,” kata Imran Khan.

Sharif mengungkapkan rencana suksesi tersebut dalam pidato di televisi. Dengan daya tarik emosional, dia memohon dukungan untuk saudaranya. Dia mengatakan bahwa dia telah berusaha sebaik mungkin untuk menempatkan Pakistan di jalan kemajuan, namun mengatakan bahwa dia diperlakukan tidak adil karena didiskualifikasi.

Dia dikeluarkan oleh pengadilan tertinggi mengenai sebuah tuduhan yang tidak mendasar. Ia menambahkan bahwa oposisi telah menargetkan dirinya dan keluarganya. “Hati nurani saya sudah jelas. Saya tidak pernah terlibat dalam korupsi. Saya meminta anda untuk mendukung saya dalam membangun bangsa kita ini. Hanya satu keluarga yang menjadi sasaran pertanggungjawaban,” katanya.

“Tangan saya bersih dan tidak ada anggota keluarga saya yang menyalahgunakan dana pemerintah. Begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia karena masalah kebocoran Panama. Sejak tahun 2013, kami telah mematahkan bagian militansi, 70% – 80% militansi telah dieleminasi,” ujar Sharif.

Shahbaz Sharif, yang telah menjabat sebagai menteri utama negara Punjab yang berpengaruh secara politik sejak tahun 2013 silam, harus mengundurkan diri dari jabatannya dan memenangkan kursi tersebut di majelis nasional negara tersebut sebelum dia dapat mempertimbangkan peran mantan kakaknya tersebut, sebuah proses yang dapat memakan waktu selama satu bulan.

Partai Sharif, yang memiliki mayoritas yang nyaman di Parlemen, bergerak cepat untuk menjaminn kesinambungan dan kelancaran transisi, sehari setelah pengadilan tertinggi mendiskualifikasi dia dari jabatanya.

LEAVE A REPLY