Kabar Internasional – AS Kirim Pesawat Bomber B-1B Di Atas Semenanjung Korea

0
72

Amerika Serikat menerbangkan dua pesawat pembom supersonik B-1B di atas semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi kekuatan pada hari Minggu (30/7). Duta besar Amerika Serikat untuk PBB juga memperingatkan bahwa China, Jepang, dan Korea Selatan perlu berbuat lebih banyak setelah uji coba rudal Pyongyang terbaru.

Korea Utara mengatakan telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang berbeda pada hari Jumat (29/7) yang membuktikan kemampuan negaranya untuk mampu menyerang daratan Amerika Serikat.

Nikki Haley, duta besar Amerika Serikat untuk PBB mengatakan di Twitter pada hari Sabtu (29/7) bahwa Amerika Serikat telah selesai berbicara tentang Korea Utara yang merupakan bukan hanya permasalahan yang dimilikki oleh Amerika Serikat saja.

“China sadar mereka harus bertindak,” kata Haley, yang juga mendesak Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan tekanan dan meminta solusi internasional.

China, sekutu utama dari Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya menentang peluncuran rudal Korea Utara, yang menurutnya melanggar resolusi dewan keamanan PBB yang dirancang untuk mengekang program nuklir dan rudal Pyongyang yang dilarang.

“China berharap semua pihak bertindak dengan berhati-hati, untuk mencegah ketegangan terus meningkat,” kata kementerian luar negeri pada hari Sabtu (30/7).

Di awal masa kepresidenannya, Donald Trump bertemu dengan presiden Xi Jinping dan menyatakan harapan Beijing akan menggunakan kekuatan ekonominya untuk mengekang ambisi nuklir Korea Utara. Namun pada hari Sabtu (30/7),  Trump mengatakan melalui akun Twitternya yang menyatakan bahwa dirinya sangat kecewa terhadap China, yang mendapatkan keuntungan dari perdadangan dengan Amerika Serikat tapi tidak melakukan apa-apa untuk pihaknya dengan Korea Utara.

Penerbangan B-1B merupakan tanggapan atas uji coba rudal pada hari Jumat (29/7) dan peluncuran roket Hwasong-14 Korea Utara pada tanggal 3 Juli yang lalu. Pesawat pembom tersebut telah lepas landas dari sebuah pangkalan udara Amerika Serikat di Guam dan telah bergabung dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan selama pelatihan tersebut.

“Korea Utara tetap merupakan ancaman paling mendesak bagi stabilitas regional. Jika dipanggil, kami siap untuk merespons dengan cepat, mematikan dan kekuatan yang luar biasa pada satu waktu dan tempat yang kami pilih,” kata Jenderal Terrence J. o’Shaughnessy, seorang komandan pasukan udara Pasifik.

LEAVE A REPLY