Kabar Dunia Internasional – Cara Amerika dan Inggris Mencuri Data Smartphone

0
4332

Berita tentang digunakannya sejumlah aplikasi game yang popular saat ini yaitu Angry Birds menjadi sarana mata-mata National Security Agency (NSA) seta Government Communications Headquarters (GCHQ) sungguh membuat banyak orang terkejut. Pada informasi itu disebutkan bahwa menggunakan game itu, kedua badan nasional kedua negara ini sanggup mengambil data pribadi dari perangkat mobile.

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah kedua badan nasional ini melakukannya? Seperti yang telah dikutip Telegraph (28/01/2014), pada penjelasan Edward Snowden, orang yang memakai perangkat mobile untuk sarana publikasi diri pada jejaring social, dapat dengan gampang dicuri datanya. Sedangkan hubungannya terhadap game Angry Birds ialah game ini populer serta ketenarannya sangat tinggi pada kebanyakan negara belakangan ini.

Layaknya proses pada sebuah smartphone, setiap orang yang sedang memainkan Angry Birds (yang terkoneksi internet) maka secara tak langsung juga akan terhubung dengan server milik pusat. Dan di dalam proses koneksi itulah, terdapat cara spesifik yang telah digunakan NSA dan GCHQ guna ‘mencegat’ data tersebut di antara perjalanannya sebelum bias masuk menuju server pusat.

Managing Director Eropa pada sebuah firma keamanan mobile bernama Lookout, Thomas Labarthe, menjelaskan sebagian besar dari aplikasi tak menggunakan enkripsi saat transmisi informasi atau hanyalah mengenkripsi pada detail tertentu, seperti pada saat transaksi keuangan. Alasan lainnya adalah aplikasi pada smartphone kemungkinan ‘bocor’ lebih banyak jika dibandingkan dengan platform yang lain sebab para pengguna dari perangkat mobile tak terlalu peduli pada sisi keamanan mereka.

“Saat pengguna memasang aplikasi, biasanya mereka disajikan pesan peringatan. Namun sayangnya, mayoritas orang tak membaca peringatan ini dan langsung saja mamakai aplikasi itu,” terang Michael Darlington, selaku Technical Director dari Global Cloud Security Company Trend Micro.  Adrian Culley, seorang konsultan teknis Damballa, yang juga mantan anggota kesatuan Computer Crime Unit Scotland Yard, turut mengatakan bahwa sekali saja aplikasi diberi akses pada informasi pribadi, maka pengguna hanya akan memiliki sedikit saja atau bahkan tak akan memiliki hak kontrol terhadap informasi pribadi mereka. Maka dari itu, selain pengguna yang diharap lebih peduli terhadap privasi mereka, pengembang pun juga dituntut untuk lebih memperhatikan proteksi mereka.

LEAVE A REPLY