Berita Nasional Terkini – Soal Penenggelaman Jatigede, Jokowi Utus Menterinya

0
402

Seskab Pramono Anung menerangkan bahwa Presiden Jokowi masih belum ada rencana untuk berkunjung di Waduk Jatigede, Kab Sumedang, Jabar yang sudah mulai digenangi pada hari ini, Senin (31/8). “Kalau yang jelas seminggu ke depan belum mau ke Jatigede,” terang Pramono dari Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sehubungan dengan ketidakhadiran Jokowi saat peresmian Waduk Jatigede, Pramono mengatakan bahwa dari awal, yang direncanakan untuk hadir ke Sumedang adalah Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Beliau (Jokowi) sebenarnya waktu itu sudah diundang agar hadir, namun beliau mendelegasikan pada Menteri PU guna menyelesaikan bermacam persoalan di Jatigede,” lanjut Pramono.

Ia juga yakin bahwa bermacam permasalahan yang ada di Jatigede bisa terselesaikan dengan jalan musyawarah yang mengikut sertakan sejumlah tokoh. Pengairan untuk Waduk Jatigede sudah tertunda semenjak zaman Soekarno lantaran bermacam persoalan seperti halnya pembebasan lahan serta kekhawatiran akan dampak sosial.

WALHI Jawa Barat melaporkan ada 20 SD yang akan tenggelam di Jatigede. Siswa semua SD tersebut harus direlokasi dimana ini juga memerlukan biaya. Lebih jauh, banyak situs kuno dari Kerajaan Sumedang Larang dengan jumlah yang mencapai 20 lebih juga akan akan tenggelam di Jatigede. Terkait dengan ganti rugi bagi masyarakat terdampak, pihak Polda Jawa Barat menerangkan tersisa 5 persen dari warga yang masih belum menerima ganti rugi sebab belum melengkapi data.

Pihak kepolisian pun mengimbau pada masyarakat terdampak dari pembangunan Waduk Jatigede yang masih belum memperoleh uang ganti rugi agar lekas melengkapi dokumen mereka. Sedangkan bagi warga yang tak mempunyai dokumen sah tentang kepemilikan tanah dan bangunan, dihimbau agar tetap patuh pada hukum yang berlaku.

Penggenangan Waduk Jatigede yang luasnya nyaris 5 ribu hektare tersebut diprediksi akan memerlukan waktu hingga 200 hari. Waduk tersebut kelak akan dimanfaatkan guna mengairi sawah seluas 90 ribu hektare pada kawasan Cirebon, Indramayu, hingga Majalengka. Selain itu juga akan digunakan menjadi sumber daya untuk pembangkit listrik 110 megawatt.

LEAVE A REPLY