Berita Internasional – Gaza Darurat Usai 2 Hari Diguyur Hujan Deras

0
395

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Kamis (27/11/2014) lalu, mengumumkan adanya keadaan darurat pada Kota Gaza, Palestina, usai hujan lebat yang mengguyur kota tersebut dalam dua hari lamanya serta diikuti oleh gelombang banjir. Maka krisis energi kemudian mengancam wilayah ini. “Sejumlah ratusan warga pada kawasan banjir sekitar Sheikh Radwan yang mana telah diterjang oleh luapan air danau, sudah dievakuasi dari bangunan rumah mereka,” terang badan PBB guna pengungsi di Palestina (UNRWA).

Sedikitnay sekitar 100.000 warga dari Palestina di wilayah Gaza diketahui menjadi tunawisma meski gencatan senjata bersama Israel telah berlangsung selama 3 bulan, usai wilayah ini dibombardir pihak Israel dalam 50 hari lamanya. Rekonstruksi yang telah dijanjikan oleh kalangan internasional pun masih belum sempat terealisasi. Walau belum ada laporan terkait korban jiwa pada situasi ini, pihak UNRWA sempat mengatakan sudah memasok bahan bakar darurat untuk otoritas kota. Mereka pun juga mengirimkan persediaan air, dan peralatan yang lain guna keperluan sanitasi serta kesehatan.

Adalah Robert Turner, yang merupakan direktur UNRWA pada kawasan Gaza menyatakan bahwa keprihatinan lembaganya terkait kondisi di Gaza tersebut. Badai di awal musim hujan pada kawasan ini sudah memicu kerusakan yang masih belum pernah terjadi pada masa sebelumnya, yang mana akan menambah kehancuran yang telah terjadi lantaran serangan pihak Israel pada kawasan ini. UNRWA telah mencatat di Desember 2013 juga telah terjadi aliran hingga ribuan pengungsi asal Gaza, usai hujan deras mengguyur wilayah ini. “Kehancuran ini kian memperburuk kondisi kemanusiaan yang telah jatuh miskin untuk pengungsi serta non-pengungsi pada Gaza, sekaligus memicu adanya krisis bahan bakar juga energi yang sangat parah.”

Sejumlah kecil dari bantuan bahan bangunan sudah mulai masuk pada wilayah Palestina sebelum saat hujan lebat dua hari ini jatuh, saat Israel mencabut blokade yang berumur 8 tahun kepada Gaza. Akan tetapi, sebuah sumber diplomatik asing dari AFP mengatakan bahwa mekanisme guna memulai penyaluran bantuan tersebut harus memakan waktu yang lebih lama ketimbang yang sudah diperkirakan sebelumnya.

LEAVE A REPLY