Kabar Internasional – Kerajaan Arab Izinkan Wanita Memasuki Stadion Olahraga

0
33

Pihak yang bwewenang mengatakan pada hari Minggu (29/10) bahwa Arab Saudi akan mengizinkan wanita memasuki stadion olahraga. Kebijakan untuk pertama kalinya ini akan di mulai tahun depan, dalam sebuah langkah penting yang sebelumnya hanya diperbolehkan khusus untuk pria.

Kerajaan ultra konservatif, yang memiliki beberapa peraturan paling ketat di dunia terhadap wanita, telah lama melarang perempuan untuk masuk ke dalam arena olahraga dengan peraturan ketat mengenai pemisahan jenis kelamin di masyarakat.

Pengumuman tersebut sejalan dengan reformasi ambisius Raja Mahkota Mohammad bin Salman yang mengguncang kerajaan, termasuk keputusan bersejarah yang memungkinkan perempuan mengemudi dari bulan Juni mendatang.

“Memulai persiapan tiga stadion di Riyadh, Jeddah dan Dammam untuk siap menampung keluarga mulai awal tahun 2018,” kata Otorita Olahraga Umum yang mengatakannya di Twitter. Restoran, kafe dan layar video akan dipasang di dalam venue, otoritas menambahkan.

Bulan lalu ratusan wanita diizinkan memasuki stadion olahraga di Riyadh, yang sebagian besar digunakan untuk pertandingan sepak bola, dalam sebuah acara yang digelar untuk merayakan hari nasional Arab Saudi.

Pengumuman pada hari Minggu (29/10) tersebut menyiratkan bahwa wanita di Arab Saudi akan diizinkan untuk pertama kalinya menghadiri acara olahraga di dalam stadion di samping laki-laki. Di bawah sistem perwalian negara, anggota keluarga laki-laki – biasanya ayah, suami atau saudara laki-laki – harus memberikan izin untuk studi wanita, perjalanan dan kegiatan lainnya.

Namun kerajaan tersebut tampaknya merelaksasi beberapa norma sebagai bagian dari rencana “Vision 2030” yang diluncurkan untuk reformasi ekonomi dan sosial saat mempersiapkan era pasca-minyak.

Bulan lalu sebuah dekrit kerajaan mengatakan bahwa perempuan diizinkan mengemudi. Kerajaan ini juga diharapkan dapat mencabut larangan publik terhadap bioskop dan telah mendorong perayaan gender campuran – sesuatu yang tak terlihat sebelumnya.

Mohammed bin Salman, seperti yang diketahui, telah berjanji bahwa kerajaannya akan kembali ke “apa yang dilakukan sebelumnya – sebagai sebuah negara dengan Islam moderat yang toleran terhadap semua agama dan dunia”.

Komentarnya, saat mengumumkan rencana untuk zona pengembangan senilai $ 500 miliar, telah menampilkan citra publiknya tentang pembaharuan liberal yang berani di sebuah negara paling konservatif di mana lebih dari setengah populasi berusia di bawah 25 tahun.

LEAVE A REPLY