Internasional – Surat Kabar Amerika Tidak Akan Pilih Trump

0
113

Dewan redaksi surat kabar utama telah menyatakan bahwa mereka anti terhadap Donald Trump, namun juga tidak mendukung rivalnya. USA Today tidak pernah dalam sejarah selama 34 tahun berdiri ini untuk mendukung salah satu calon dalam pemilihan presiden. Namun tindakan Trump yang dianggap emreka bodh dan tidak peduli ini telah membuat surat kabar nasional tersebut telah mengubah kebijakannya.

“Dewan Editorial tidak memiliki konsensus untuk mendukung Clinton, Apa pun yang anda lakukan, bagaimanapun juga kami akan menolak orang-orang yang mampu membahayakan, kami mengatakan tidak untuk Donald Trump,” kata mereka.

Mereka mempunyai alasan tersendiri mengapa calon presiden yang berasal dari Partai Republik itu tidak layak untuk menjadi persiden, termasuk perilakunya yang tidak menentu serta kegemaranya untuk menjajakan prasangka dan xenofobia serta ketidak mampuannya untuk menjelaskan hal-hal yang lebih faktual dari pada fiksi.

Ada kemunkinan alasan yang paling penting mengapa dewan redaksi yang untuk pertama kalinya dalam sejarah dalam melakukan intevensi dalam dunia politik Amerika ini dengan membujuk sekitar hampir 3 juta pembaca ini adalah kurangnya supstansi yang dimiliki oleh Donald Trump.

“Trump telah begitu banyak bagian dalam masalah di bagian penilaian terhadap kebijakan-kebijakannya, yang terlihat seperti menembak target yang bergerak, dia hanya mengeluarkan slogan dan hasil yang akan didapat tanpa adanya penjelasan yang kredibel tentang bagaimana cara dia mencapainya,” kata dewan redaksi.

USA Today  sendiri telah bergabung dengan daftar surat kabar terlaris uang telah secara terbuka melontarkan penolakannya terhadap Donald Trump, termasuk New York Times, Los Angeles Times, dan Daily News yang keseluruhannya telah menyatakan dukungannya kepada Hillary Clinton.

Baik Hillary dan Donald Trump sendiri akan bertarung dalam pemilihan untuk menjadi pemimpin dari Amerika Serikat pada bulan November mendatang. Sebelumnya meraka harus melewati beberapa sesi debat sebanyak tiga kali yang sudah dilaksanakan satu kalu pada hari Senin (26/9) yang lalu. Donald Trump sendiri adalah calon presiden yang berasal dari Partai Republik, sedangkan Hillary Clinton akan menjadi rivalnya dari Partai Demokrat yang akan bertarung pada pemilihan presiden bulan depan.

LEAVE A REPLY