Kabar Otomotif – Curhat Lorenzo, Perbedaan Motor Ducati dengan Yamaha

0
75

Rider baru andalan tim Ducati Corse pada MotoGP musim ini, Jorge Lorenzo ditengarai belum bisa move on dari keberadaannya dengan tim yang dibelanya dulu tim Movistar Yamaha. Sebab, pasalnya Lorenzo masih selalu membandingkan performa dari kuda besinya yang saat ini dengan kuda besinya ketika dia berbendera Yamaha pada setiap kesempatan.

Lorenzo juga memperlihatkannya selama bergabung denga Ducati pada MotoGP 2017 ini. Dalam wawancara yang digelar bersama dengan Sport Rider, dirinya mengakui jika saat ini masih menyembunyikan strategi balapnya yang pernah dia gunakan ketika bersama Yamaha..

Lorenzo sendiri mempunyai sejarah yang bisa dibilang mengangumkan saat berbendera Yamaha. Selama sembilan tahun bersama Yamaha, dirinya sudah berhasil mengantongi tiga gelar juara dunia dikelas bergengsi MotoGP. Prestasi itu tidak lepas dari insting balapnya dalam setiap menaklukkan setiap lintasan.

Akan tetapi, saat ini hal yang sama tidak dirasakannya ketika dirinya mulai membela tim Ducati Corse. Sebab dengan banyaknya perbedaan antara kuda besi Yamaha YZR-M1 dengan Desmocedici. Mau tidak mau Lorenzo sediri harus memaksimalkan naluri balapnya untukmenaklukkan kuda besi dari Ducati. Gelaran tiga seri MotoGP 2017 yang sudah dilalui Lorenzo bersama Ducati belum menampakkan hasil yang positif untuk Lorenzo bisa bersaing di papan atas pembalap MotoGP.

“Selama ini saya masih merasa seperti balapan mengendarai Yamaha. Saat bersama Yamaha, jika kira memacu motor terlalu keras, maka motor justru akan semakin melambat. Hal itu telah kita lihat dalam beberapa kasus, seperti yang dialami juga oleh pembalap Ben Spies atau Pol Espagaro,” jelas Lorenzo.

Perbedaan karakter yang sangat mendasar tersebut menyebabkan Lorenzo harus bisa merubah gaya balapnya selama ini. supaya bisa sejalan dengan karakter dari motor Desmocedici tersebut.

“Saat Mengendarai Yamaha, pembalap tidakbisa untuk langsung memaksa motor sejak awal. Dan juga motor tidak memungkinkan untuk dilakukan pengereman dengan gaya yang terlalu agresif ataupun melakukan pengereman dengan sangat melambat. Kondisi itulah yang sangat kontra dengan Ducati. Karena hal itulah saya terpaksa harus mengubah strategi balap saya. Sudah tidak mungkin lagi gaya balap besama Yamaha saya lakukan untuk mengendarai Ducati,” pungkas Lorenzo.

LEAVE A REPLY