Unik Aneh – Manusia Kalah dari Komputer dalam Permainan Strategi Lawas

0
170

Dalam sebuah permainan lawas, kecerdasan buatan sanggup mengalahkan seorang pemain profesional. Permainan Go merupakan game papan asal China yang turun temurun dimainkan sejak 3000 tahun lalu. Permainan ini memang nampak sangat sederhana, namun sejatinya sangat rumit sebab diperlukan banyak sekali siasat. Maka dari itu, permainan Go pun dipakai sebagai pengukur kemajuan dari Artificial Intelligent (AI) alias kecerdasan buatan.

Tahun 2014 yang lalu, Google memboyong perusahaan startup asal Inggris, DeepMind demi proyek AI. Saat ini, AI telah mengalami kemajuan pesat untuk hal berpikir. “AlphaGo sanggup mengerjakan hal yang nyaris mustahil bahkan lebih cerdas dari yang diharapkan,” terang kepala eksekutif Google DeepMind, Demis Hassabis. AlphaGo lalu diuji menggunakan permainan Go berhadapan dengan pemain yang menyandang 3 kali juara berturut-turut dalam kompetisi permainan Go tingkat dunia di Eropa

Berdasar hasil pengujian, AI sanggup meraih kemenangan bersih hingga tiga kali lebih dari lawannya pemegang rekor itu. AlphaGo sanggup menganalisa 30 juta langkah lawannya yang jago bermain Go dan sanggup meramalkan langkah sang lawan. “Ini menandakan adanya langkah besar di pengembangan kecerdasan buatan ini,” ungkap British Go Association.

DeepMind memakai sistem AI yang dinamai AlphaGo dengan 12 jaringan saraf berbeda yang memiliki jutaan koneksi seperti halnya neuron. Satu diantaranya berfungsi guna menentkan langkah selanjutnya. Sedangkan lainnya berfungsi memprediksi siapakah yang menjadi pemenang pertandingan. Dalam permaian GO, ada ratusan petak di mana pemain bisa meletakkan batu pertama mereka. selanjutnya, ada ratusan kemungkinan juga bagi sang lawan dalam menaruh batu selanjutnya.

“Aturan serta cara memainkannya memang sederhana, tapi Go adalah permainan yang memiliki kompleksitas sangat tinggi,” sambung Hassabis. Menariknya lagi, AlphaGo bisa membuat strategi baru otomatis setelah ia menuntaskan sebuah permainan. Setiap kali bermain, ia akan semakin cerdas. Di bulan Maret, AlphaGo akan berhadapan dengan pemain top dunia di Korea Selatan.

AlphaGo sendiri tidak sekedar dirancang untuk memainkan Go saja, tapi juga bisa dimanfaatkan guna memecahkan masalah di dunia nyata, semisal melakukan analisa penyakit serta membuat pemodelan iklim.

LEAVE A REPLY