Tips Kesehatan – Susu Kedelai Fermentasi Untuk Nutrisi Bayi Racikan Dosen UGM

0
540

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan tahun 2012 yang menyebutkan, ada setidaknya 900.000 balita Indonesia alami malnutrisi. Tentu saja hal ini mengundang banyak keprihatinan bagi sejumlah kalangan, termasuk peneliti Perguruan Tinggi. Indyah Sulistya Utamy, seorang dosen Fakultas Teknoloi Pertanian (FTP) UGM, turut tergerak guna pecahkan masalah ini. Ia sukses mengembangkan sebuah formula dari susu kedelai fermentasi menjadi alternatif penunjang nutrisi pada bayi.

Indyah mengisahkan, gagasan tersebut bermula pada hasil dari penelitian sebelumnya yang memakai kedelai dengan cara langsung tanpa proses fermentasi. Dari penelitian itu, lalu dikembangkanlah formulasi susu kedelai yang telah difermentasikan terlebih dulu. “Kedelai mempunyai banyak kelebihan dibanding susu murni untuk bahan pokok dalam pembuatan makanan bayi. Susunan dari asam amino dalam kedelai ekuivalen terhadap susu murni, maka dari itu ia aman untuk dikonsumsi,” katanya dari Laboratorium Gizi FTP UGM, hari Kamis (10/4).

Lebih jauh, susu kedelai yang telah difermentasi bisa meminimalisir oligosakarida yang membuat kandungan protein menjadi lebih mudah untuk dicerna. Supaya dapat dibuat menjadi bubuk, maka hasil fermentasi susu kedelai itu selanjutnya melewati proses penepungan. Lalu, hasil penepungan ini dicampurkan dengan beras yang juga difermentasi. “Karbohidrat diperoleh dari fermentasi beras, sementara proteinnya didapat dari kedelai,” terangnya.

Ia juga memaparkan bahwa penelitian hasil kerja sama PT Sari Husada tersebut memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Selama itu, sejumlah pengembangan dilakukan pada penelitian susu kedelai fermentasi tersebut, kata Indyah. “Tahun yang pertama fokus pada kedelai bubuk, tahun selanjutnya mengembangkan fermentasi kedelai, dan tahun ketiga kami mencampurkan susu fermentasi kedelai dengan fermentasi beras,” terangnya lagi.

Meskipun belum dirilis resmi, produk tersebut nantinya akan disajikan berupa minuman berbahan baku susu kedelai fermentasi dicampur beras fermentasi. Selain dari itu, produk tersebut juga ditambah dengan bahan tambahan mineral lain, vitamin yang sesuai standart makanan balita. “Namun kami masih belum dapat pastikan kapankah produk ini dapat dipasarkan komersial,” pungkasnya. Ini sepertinya akan menjadi alternatif pilihan guna mengatasi masalah malnutrisi pada tahun ini.

LEAVE A REPLY