Tips Baru Kesehatan – Semangka Baik Untuk Jantung Orang Gemuk

0
746

Memang sepertinya sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa orang yang mempunyai berat badan berlebih atau istilah kerennya obesitas memiliki resiko lebih tinggi menderita beberapa jenis penyakit, yang mana diantaranya adalah hipertensi juga serangan jantung. Tetapi, resiko ini masih dapat ditekan dengan cara sering mengonsumsi semangka. Buah yang sangat berair ini ternyata sanggup turunkan tekanan darah dari orang yang bermasalah dengan kegemukan yang mana resiko terkena penyakit serangan jantung pun menjadi berkurang pula.

Pada negara yang memiliki empat musim, jumlah dari orang meninggal yang diakibatkan oleh serangan jantung di musim dingin terhitung cukup tinggi. Hal ini dipicu oleh stres yang dirasakan oleh tubuh guna menjaga agar suhu tubuh tetaplah hangat. Hal ini mengakibatkan tekanan darah menjadi naik. Maka, jantung pun harus bekerja lebih berat, kemudian ini berarti resiko akan terkena serangan jantung serta stroke menjadi meningkat pula. Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension, sejumlah peneliti mengatakan bahwa memakan semangka amat baik guna kesehatan jantung serta dapat menurunkan resiko dari serangan jantung pada musim dingin.

“Tekanan yang terjadi pada aorta serta jantung menjadi berkurang usai para pasien mengonsumsi ekstrak semangka,” jelas Arturo Figueroa yang berasal dari Florida State University. Di dalam penelitian yang telah dilaksanakan pada sejumlah 13 orang pria serta wanita yang mengalami obesitas ini, mereka diberi ekstrak semangka tiap hari hingga 6 minggu lamanya. Ekstrak dari semangka sendiri mengandung 4 gram asam amino L-citrulline serta 2 gram L-arginine.

Saat dibandingkan terhadap orang yang menerima pil plasebo, hasilnya mereka yang diberi ekstrak semangka mengalami adanya penurunan pada tekanan darah serta juga tingkat stres pada jantung yang juga berkurang, bahkan tercatat dalam kondisi dingin. “Ini berarti bahwa kerja jantung tak terlalu berat hingga jantung dapat bekerja lebih mudah di situasi yang penuh tekanan seperti halnya pada saat musim dingin,” terang Figueroa. Lalu bagaimana dengan negara yang memiliki 2 iklim seperti di Indonesia?

LEAVE A REPLY