April 21, 2021

Kabar Aku | Berita Bola Terbaru Indonesia Hari Ini

Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Bola, Berita Viral, Sinopsis Film Terbaru 21, Olahraga Sepakbola

Tambang Galian C Ilegal di Jombang Digerebek Polisi

2 min read

Tambang Galian C Ilegal di Jombang Digerebek Polisi – Tambang tanah uruk dan batu yang berada di Desa Rejoagung, Ngoro, Jombang telah digerebek oleh pihak polisi lantaran nekat beroperasi tanpa adanya izin. Tambang galian C ilegal ini beromzet Rp 18 juta dalam satu hari karena menghasilkan 60 rit tanah uruk dan batu.

Tambang ilegal yang terletak di persawahan Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung. Saat tim dari Unit Pidter Satreskrim Polres Jombang tengah melakukan penggerebekan, penggalian tanah dan batu sedang berlangsung dengan menggunakan alat berat.

Dump truck yang bernomor polisi S 8039 UZ telah kepergok polisi yang digunakan untuk mengangkut bebatuan hasil dari tambang. Petugas juga telah menyita 60 lembar kertas rekapan penjualan hasil dari tambang dan uang hasil penjualan Rp 11.360.000.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan pada saat dikonfirmasi oleh wartawan, pada hari Selasa (19/4/2021) mengatakan bahwa setelah kami periksa, ternyata galian C ini tidak mempunyai sura izin dari pemerintah.

AKP Teguh Setiawan menjelaskan bahwa tambang galian C ilegal yang seluas 1.400 meter persegi ini milik dari Priyono (51), warga yang berasal dari Desa Cerme Kidul, Cerme, Gresik. Priyono membeli sawah yang dia gali dari Sokib, warga yang berasal dari Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro dengan seharga Rp 75 juta.

AKP Teguh Setiawan menerangkan bahwa galian C ini telah beroperasi sejak tanggal 14 April 2021. Sehar telah menghasilkan kurang lebih 60 rit tanah uruk dan batu. Harga satu rit Rp 200 ribu sampai 300 ribu tergantung dengan jenis truk yang digunakan.

Dengan begitu, lanjut AKP Teguh Setiawan, tambang tanah uruk dan batu ilegal ini beromzet Rp 12 juta hingga sampai 18 juta dalam seharinya.

Pihak polsi telah menyegel tambang galian C ilegal ini dengan memasang garis polisi di jalan masuk area tambang. Sebuah ekskavator, dump truck, serta buku rekapan dan uang hasil dari penjualan tambang disita sebagai barang bukti.

Pemilik tambang, Priyono dijerat dengan Pasal 158 Undang Undang RI Nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Dengan hukuman selama 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 miliar sudah menantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *