Sinopsis – The Finest Hour: Heroisme Misi Penyelamatan

0
361

Berangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1950-an, ‘The Finest Hour’ mengisahkan perjuangan 4 penjaga pantai pemberani yang harus mempertaruhkan nyawa mereka dalam terjangan badai untuk menyelamatkan kru kapal yang hanyut di tengah kejamnya laut. Chris Pine memainkan tokoh Bernie Webber yang seringkali dijadikan bahan olok-olok rekan satu timnya.

Webber memang tak hanya mudah gugup, tetapi juga terlalu tenggelam dalam bayang masa lalu. Kegagalannya saat berusaha menyelamatkan sejumlah orang di tahun sebelumnya menjadikannya sebagai pribadi yang sangat kaku. Bahkan Miriam (Holliday Grainge), kekasihnya, tak bisa lagi menunggu Webber untuk melamarnya sebagai pengantinnya, dan malah sang perempuan duluan yang melamar. Pastinya, hal ini jadi bahan olokan tiap orang. Termasuk sang bos Daniel Cluff (Eric Bana) yang tak terlalu menganggap keberadaan Webber.

the finest hour

Di luasnya lautan, sebuah kapal tanker yang berisi minyak, patah jadi dua lantaran hantaman badai serta ombak yang bergulung-gulung. Saat Ray Sybert (Casey Affleck) berusaha mati-matian agar kapal tetap mengapung, para awak kapal yang lainnya putus asa dan menganggap tim penyelamat tidak akan sanggup menyelamatkan mereka dari genggaman maut lautan. Tibalah giliran Webber demi membuktikan bahwa dirinya merupakan sosok pemberani sepanjang masa.

Skrip tulisan trio Eric Johnson, Scott Silver bersama Paul Tamasy ini rasanya terlalu standar dan tak menghadirkan suatu gaya baru. Dengan sutradara Craig Gillespie yang tercatat mengawali kariernya sebagai indie, tak sanggup menyuguhkan adegan-adegan aksi menegangkan. Belum lagi karena hampir seluruh pemain dalam film ini juga lebih memilih untuk bermain dalam zona aman. Memang tak ada kesan yang mengganggu dalam permainan Chris Pine, Casey Affleck, Eric Bana hingga Ben Foster, tapi juga tak ada yang spesial pula.

Selain itu, karakter yang mereka perankan juga kurang stand-out turut andil dalam membuat film ini seakan bisa dibilang kurang greget. Tapi bagi Anda yang penyuka film-film inspiratif dengan citarasa heroisme dari sosok yang gagah berani berjuang menyelamatkan orang asing demi nilai kemanusiaan, tentu saja film ini masih layak untuk Anda dinikmati.

LEAVE A REPLY